Menu Click to open Menus
Home » Berita » Damkar Sosialisasikan Pencegahan Kebakaran Gedung Pencakar Langit hingga Masyarakat

Damkar Sosialisasikan Pencegahan Kebakaran Gedung Pencakar Langit hingga Masyarakat

(418 Views) December 14, 2016 10:24 pm | Published by | No comment

saluran

Bekasi Kota – Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi gencar berikan sosialisasi penanganan dan pencegahan dini terhadap bahaya Kebakaran kepada masyarakat, perusahaan swasta, pelajar. Selain itu, juga melakukan pelatihan pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tentang cara penggunaan alat proteksi pemadam kebakaran baik ringan, sedang dan berat dilingkungan kerja aparatur pemerintah.

Untuk peningkatan pengetahuan, http://www.cialispharmaciefr24.com/prix-du-viagra-et-du-cialis/ kantor Damkar juga melakukan pelatihan secara internal maupun eksternal dengan mengirim personil pelatihan ke pusat pendidikan Damkar di Ciracas. Selain mendapat ilmu terkait pencegahan dini dari petugas, sosialisasi ini diharapkan masyarakat mampu mengaplikasikan dalam menangani kasus kebakaran, sehingga nantinya diharapkan sebelum petugas tiba dilokasi kebakaran masyarakat sudah mampu minimal melakukan penanganan pertama dalam meminimalisir terjadinya korban dan material yang kebakar.

Kepala kantor Pemadam Kebakaran Kota Bekasi Tedi Hafni Tresnadi kepada awak media, Rabu (14/12) di kantornya mengatakan, sosialisasi pencegahan kebakaran dan pengecekan alat dan sarana pemadam kebakaran perlu dilakukan khususnya di gedung dan sarana publik maupun gedung swasta.

“Hal ini dilakukan sebagai upaya preventif agar masyarakat mampu memahami hal-hal yang bisa menyebabkan kebakaran dan menangani secara mandiri, kalau menunggu petugas Damkar akan lama karena harus berjuang melawan kemacetan dan kepadatan arus lalulintas bahkan lokasi yang sulit terjangkau,” ungkapnya.

Untuk itu perlu adanya kesadaran kolektif masyarakat dalam melakukan penanggulangan pertama saat terjadi kebakaran dengan kemampuan yang sudah dilatih, agar paling tidak bisa melokalisir bahkan menanggulangi bahaya kebakaran sedini mungkin kata Tedy, sosialisasi ini guna memberikan pelatihan bagi masyarakat maupun aparatur pemerintah dan tim keamanan dalam penanganan kebakaran.

“Sosialisasi ini sebagai antisipasi kebakaran dini. Kedepan, masyarakat baik itu pengelola gedung bisa dengan mandiri menangani kebakaran. Perda nomer 6/2009 terkait Management Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG) mengharuskan pihak managemen gedung mengetahui lebih awal dalam penanganan kebakaran. Nantinya tiap lantai gedung ada penanggungjawabnya semacam tim penanggulangan kebakaran yang sudah terlatih. Kedepannya tiap 30 orang harus ada MKKG, sehingga tidak perlu andalkan pemadam yang saat ini masih minim petugas,” katanya.

Tak hanya itu, pemeriksaan dan perawatan ulang infrastruktur pemadam kebakaran dan alat pemadam di setiap lantai gedung publik maupun swasta mulai dari pengadaan, perawatan sekaligus berfungsi atau tidaknya peralatan pemadam seperti Hydrant, APAR dan alat pencegahan lainnya pun perlu dilakukan pengecekan secara periodik agar persiapan penanganan bencana kebakaran dapat lebih maksimal.

Menurut Tedi, hal tersebut merupakan langkah awal penyiapan dan evakuasi kebakaran baik kepada SKPD, perusahaan swasta dan para pelajar untuk mengetahui cara pencegahan, penggunaan alat dan penanganan dini kebakaran.

“Semua elemen bertanggung jawab atas keselamatan diri dan aset. Meminimalisir kerugian itu intinya. Semua infrastruktur dan alat juga kita jamin berfungsi,” ujarnya.

Sosialisasi ini tentunya guna pencegahan kebakaran juga harus selalu siap untuk meningkatkan kesadaran bagi tenant dan penghuni untuk pencegahan kebakaran.

“Kesadaran semua pihak untuk mencegah dan mendeteksi dini adanya kemungkinan kebakaran bukan hanya tugas petugas Damkar aja, tapi semua pihak,” tegasnya.

Tetapi, sebut Tedi, untuk mencapai target kinerja kantor pemadam kebakaran, juga harus didukung sarana prasarana baik itu personil, Pos maupun armada pemadam kebakaran.

Diakuinya, untuk saat ini jumlah personil pemadam hanya ada 106 orang personil. Padahal idealnya sekitar 500 personil. Dimana untuk satu petugas, bisa menangani 500 orang “Minimnya jumlah personel juga akan berdampak pada kinerja tim penjinak “Si Jago Merah akibatnya kinerja petugas kurang maksimal,” paparnya.(ADV)

Categorised in:

No comment for Damkar Sosialisasikan Pencegahan Kebakaran Gedung Pencakar Langit hingga Masyarakat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'