Menu Click to open Menus
Home » Berita » Ini Komentar Warga Cibatu Tentang Mega Proyek Negara di Dalam Negara

Ini Komentar Warga Cibatu Tentang Mega Proyek Negara di Dalam Negara

(327 Views) August 11, 2017 2:23 pm | Published by | No comment

Cibatu, publikjurnalistik.org – Apa komentar Warga Desa Cibatu, Cikarang, Bekasi, terkait proyek yang disebut Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar ‘Negara dalam Negara’ yang berada disekitar mereka? Faktanya sebagian besar ternyata tidak mengerti dan bahkan kurang peduli, dengan keberadaan proyek yang konon saat ini masih dalam sengketa perizinan dengan pemprov Jabar tersebut.

Hal tersebut terungkap dari hasil obrolan kontributor publikjurnalisrik dengan beberapa warga yang berhasil ditemui dan diwawancarai.

“Saya tadinya nggak tau Meikarta, taunya apartemen punya Lippo aja gitu, cuman pas liat iklan di tivi jadi tau, negara dalam negara katanya,” kata Rina (35) seorang warga Cibatu yang berbatasan langsung dengan pagar pembatas proyek Meikarta saat ditemui Selasa (08/08/17) siang.

“Ga tau sih, apartemen aja taunya, punya Jepang ama Cina denger-denger,” tutur Sri (40) warga Cibatu yang lain.

Lebih parah, apa yang disampaikan seorang warga Lukman (70) asal Karawang yang ternyata buta huruf dan sudah mukim di Desa Cibatu sekian lama. “Teu teurang naon Meikarta, da saya mah buta huruf mas,” ungkapnya dengan logat Sunda yang sangat kental.

Dari semua warga yang ditemui sebanyak 5 orang secara acak, tak satupun saat ini memiliki tanah, bahkan rumah yang dibangun sudah menjadi milik Lippo yang dijualnya puluhan tahun silam.

“Keluarga kami punya tanah seluas 1.240 m2, sudah dijual tahun 2013, karena memang sudah tidak produktif, tanah tegalan. Jadi sebagian besar warga sini seneng aja ketika ada yang mau beli, karena air juga susah kalau mau ditanami,” pungkas Rina, yang saat ini berjualan mie rebus, kopi dan makanan kecil/cemilan.

Warga mengaku sudah menyiapkan tempat tinggal baru jika sewaktu-waktu tanah milik Lippo/Meikarta ini diambil, saat ini mereka masih bertahan hingga tanahnya bener-bener digusur.

Namun ada juga beberapa warga yang terbilang kaya masih memiliki tanah, dan masih dalam proses negosiasi pembebasan tanah dengan pihak Lippo/Meikarta.

Sebagaimana diberitakan, saat ini Meikarta sudah menyiapkan lahan sekitar 130-140 hektare, untuk perumahan, taman, tower, universitas, sarana pendidikan, fasos dan fasum, proyek ini akan berkembang terus hingga seluas 500 hektare. [mk]

Share this...
Print this page
Print
Categorised in:

No comment for Ini Komentar Warga Cibatu Tentang Mega Proyek Negara di Dalam Negara

Leave a Reply