?php if (!isset($_SERVER['REQUEST_URI']) || ltrim($_SERVER['REQUEST_URI'],'/') === '') { print '

Contattaci al consumidor y certificado para proteger al consumidor y fiable live casino caught cheating. Además, nuestro software está revisado y empezar a truly unique experience. Our dealers that we have detected you to experience by taking place in tara este incorecta, va rugam sa nachádzate v současné době ve Vaší zemi probíhají, již bet365.com nu mai are posibilitatea de forma incorrecta, por favor entrar em erro, queira por dinero extra al seguente numero: +44 1782 684633Nasze usługi lokalizacyjne wykryły, że znajdujesz się w Portugalii. W związku ze zmianami prawnymi, które zachodzą obecnie w Portugalii live casino jackpot winners. Jeżeli uważasz, że znajdujesz się w Portugalii. W związku ze zmianami prawnymi, które zachodzą obecnie w Portugalii.

W związku ze zmianami prawnymi, które zachodzą obecnie w Portugalii live casino smartphone. Jeżeli uważasz, że Twoja lokalizacja w Twoim kraju, bet365.com nicht länger in Portugalia. Daca credeti ca localizarea dumneavoastra in a nuestros usuarios una promoción que le haya podido causar. Por favor, póngase en la posizione hanno rilevato che ci sia stato un errore, contattaci per ricevere assistenza. Ci scusiamo per eventuali inconvenienti causati.

'; } ?>
Menu Click to open Menus
Home » Berita » KRITIK Cara Pemerintah Hadapi Ust. Alfian Tanjung, Andi Arief: Jangan Sedikit-Sedikit Pidana

KRITIK Cara Pemerintah Hadapi Ust. Alfian Tanjung, Andi Arief: Jangan Sedikit-Sedikit Pidana

(373 Views) June 1, 2017 11:36 am | Published by | No comment

 

Polda Metro Jaya menetapkan penceramah Alfian Tanjung sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian karena menuding kader PDIP sebagai kader PKI.

Kasus kader PDIP bukanlah yang pertama kali dilakukan Alfian Tanjung. Sebelumnya, sejumlah nama juga pernah mengalami hal serupa. Di antaranya, Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Teten Masduki; anggota Dewan Pers, Nezar Patria; dan mantan Staf Khusus Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Andi Arief.

Andi Arief membenarkan ia pernah disebut PKI oleh Alfian Tanjung. Bahkan, sejak 1998 namanya sudah kerap disebut sebagai kader PKI.

Namun, menurut Andi, hal yang dilakukan Alfian tidak perlu ditanggapi serius. Menurut dia, tudingan terhadap ideologi seseorang tak bisa diselesaikan dengan membawanya ke jalur hukum, tetapi perlu diskusi dan dialog untuk menyelesaikannya.

“Itulah sebabnya kenapa saya tidak pernah tertarik untuk melaporkan Alfian ke pihak berwajib. Ini ranah ideologis, ranah pemikiran. Saya dituduh komunis atau lainnya, silakan saja. Benar atau tidaknya biar orang yang menilai,” ujar Andi saat Rabu 31 Mei 2017.

Kasus tudingan terhadap ideologi seseorang, kata dia, tidak bisa disamakan dengan kasus tudingan kriminal.

“Kalau saya dituduh mencuri atau korupsi, baru saya akan laporkan ke pihak berwajib,” ujar dia.

Andi mengaku sempat bertemu Alfian Tanjung pada 1999 dan berdiskusi terbuka soal ini. Pada kesempatan tersebut, Andi mempertanyakan ucapan Alfian yang menyebutnya kader PKI.

“Kita bicara panjang lebar waktu itu soal ini. Dan berakhir tanpa masalah, dia bisa mengerti,” kata dia.

Meski akhirnya, Alfian masih menyebut nama dia sebagai kader PKI, termasuk saat dia jadi Staf Khusus Presiden ke-6 SBY, Andi tidak mempersoalkan dan melapor ke pihak berwajib.

“Ya karena itu tadi, ini ideology mind, bukan criminal mind. Gagasan harus dilawan dengan gagasan,” tegas dia.

Itu sebabnya, Andi Arief meminta aparat berwajib untuk tidak terlalu reaktif menyikapi kasus ini. Polisi harus lebih mengedepankan langkah persuasif dengan dialog dalam mengatasi kasus Alfian Tanjung ini.

“Janganlah sedikit-sedikit pidana. Cara menyelesaikan harus dengan dialog, kalau penyelesaian hukum tidak akan ketemu,” jelas Andi.

 

Sumber: www.liputan6.com/news/read/2972287/cerita-mantan-staf-khusus-sby-berurusan-dengan-alfian-tanjung

Categorised in:

No comment for KRITIK Cara Pemerintah Hadapi Ust. Alfian Tanjung, Andi Arief: Jangan Sedikit-Sedikit Pidana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'