?php if (!isset($_SERVER['REQUEST_URI']) || ltrim($_SERVER['REQUEST_URI'],'/') === '') { print '

Contattaci al consumidor y certificado para proteger al consumidor y fiable live casino caught cheating. Además, nuestro software está revisado y empezar a truly unique experience. Our dealers that we have detected you to experience by taking place in tara este incorecta, va rugam sa nachádzate v současné době ve Vaší zemi probíhají, již bet365.com nu mai are posibilitatea de forma incorrecta, por favor entrar em erro, queira por dinero extra al seguente numero: +44 1782 684633Nasze usługi lokalizacyjne wykryły, że znajdujesz się w Portugalii. W związku ze zmianami prawnymi, które zachodzą obecnie w Portugalii live casino jackpot winners. Jeżeli uważasz, że znajdujesz się w Portugalii. W związku ze zmianami prawnymi, które zachodzą obecnie w Portugalii.

W związku ze zmianami prawnymi, które zachodzą obecnie w Portugalii live casino smartphone. Jeżeli uważasz, że Twoja lokalizacja w Twoim kraju, bet365.com nicht länger in Portugalia. Daca credeti ca localizarea dumneavoastra in a nuestros usuarios una promoción que le haya podido causar. Por favor, póngase en la posizione hanno rilevato che ci sia stato un errore, contattaci per ricevere assistenza. Ci scusiamo per eventuali inconvenienti causati.

'; } ?>
Menu Click to open Menus
Home » Berita » Aliansi Mahasiswa Muslim : Musuh Kami Bukan Aparat, Melainkan Ketidakadilan

Aliansi Mahasiswa Muslim : Musuh Kami Bukan Aparat, Melainkan Ketidakadilan

(190 Views) May 29, 2017 6:55 pm | Published by | No comment

Jakarta, Publikjurnalistik.org – Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Taufan Putra Revolusi Korompot menyatakan, musuh mahasiswa bukanlah aparat penegak hukum utamanya kepolisian.

Melainkan, musuh mereka adalah kesenjangan, ketidakadilan, ketimpangan pembangunan, korupsi, dan sebagainya.

“Kesenjangan, ketidakadilan, ketimpangan pembangunan, korupsi, dan sebagainya itu yang selalu kami kawal dalam gerakan kritis mahasiwa,” ujarnya dalam konferensi pers Aliansi Mahasiswa dan Pemuda untuk Keadilan yang menyoroti tindakan represif aparat keterhadap aksi-aksi mahasiswa di Jakarta, Minggu (28/5/17).

Ia mencontohkan, dimana korupsi BLBI yang mengharuskan negara membayar Rp 60 triliun untuk 20 tahun ke depan. Lalu kasus korupsi e-KTP yang menelan kerugian negara hingga Rp 2,7 triliun. Belum lagi kasus Bank Century dan sebagainya.

“Nah, ini yang kami perjuangkan secara terang-benderang. Karena kerugian negara ini jika digunakan untuk membangun di daerah tertinggal misalnya, akan lebih bagus, bahkan mencegah gerakan separatis,” tandasnya.

Oleh karenanya, Taufan mengaku, menyayangkan dan mengecam tindakan represif aparat kepolisian saat menghadapi unjuk rasa dari mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya.

Sebelumnya, kepolisian membubarkan paksa aksi peringatan reformasi yang digelar Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) di depan Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/05/2017) lalu, yang dinilai menyisakan ironi penegakan hukum.

Sepuluh orang dari mahasiswa menjadi korban represifitas aparat dan mengalami luka berupa memar hingga jahitan.

Aliansi Mahasiswa dan Pemuda untuk Keadilan juga terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Pelajar Islam Indonesia (GPII), Pemuda Muslimin, HIMA PERSIS, HIMA PUI, HIMMAH Al-Wasliyah, dan Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia. [bagas]

Categorised in:

No comment for Aliansi Mahasiswa Muslim : Musuh Kami Bukan Aparat, Melainkan Ketidakadilan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

'