Menu Click to open Menus
Home » Berita » MUI Kota Bekasi Gelar Maulid Nabi di Pondok Gede

MUI Kota Bekasi Gelar Maulid Nabi di Pondok Gede

(549 Views) December 26, 2016 5:44 pm | Published by | 1 Comment

MUI Kota Bekasi Gelar Maulid Nabi di Pondok Gede
Dalam mensyiarkan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 Hijriah, MUI Kota Bekasi bersama MUI Kecamatan Pondok Gede menggelar gebyar kegiatan Maulid Nabi yang dilaksanakan di Masjid Jamie al – Maghfiroh, Jatiwaringin – Bekasi, Jumat (23/12) malam.

Turut hadir pada acara tersebut sebagai penceramah Abuya KH. Saefudin Amsir, Habib Zaenal Abidin Assagaf, Ketua MUI Kota Bekasi KH. Mursyid Kamil dan Ketua Umum MUI Pondok Gede Abuya KH. Ubaidillah Abdul Jalil. Para tokoh dan alim ulama juga turut hadir seperti Ketua FKUB Kota Bekasi H. Abdul Manan, KH. Jawaz Abdul Khoer, Anggota DPRD Kota Bekasi Fraksi PPP yang juga Sekretaris MUI Kecamatan Pondok Gede  Ust. Sanwani M.I.Kom, dan Ust. Sarbini S.Pd.

Dalam ceramahnya Abuya Saefudin Amsir mengingatkan semangat dan kharismanya sosok agung Nabi Muhammad SAW. Ia menjelaskan, bagaimana saat usia Nabi tergolong masih remaja ikut berdagang bersama pamannya Abdul Muthalib ke negeri Syam.

“Usia Nabi saat usia masih sekitar 9 – 10 tahun ikut Abdul Muthalib berdagang. Itu awan setiap Nabi berjalan atau melangkah selalu mengikutinya. Begitu agungnya sosok Nabi Muhammad. Tapi saat itu pamannya belum tahu, kalau keponakannya itu akan menjadi Nabi,” papar Abuya Saefudin.

“Tat kala Nabi bersama pamannya ke Negeri Syam, ada pendeta namanya Baqarah. Pendeta Baqarah memberi tahu, kalau keponakannya itu akan menjadi orang yang mulia dan harus dijaga dengan hati – hati, karena banyak orang yang akan mencarinya,” lanjut Abuya yang pernah menjadi Rais Syuriyah PBNU.

Abuya menjelaskan tidak akan selesai mempelajari sosok Nabi Muhammad SAW untuk dijadikan tauladan dalam kehidupan sehari – hari.

Sementara itu Ketua MUI Kota Bekasi KH. Mursyid Kamil menjelaskan tugas yang harus terus diperhatikan oleh ulama dalam menuntun umat berada di jalan Allah SWT. KH. Mursyid mengingatkan, perkembangan zaman dan kemajuan teknologi harus dapat disikapi secara bijak di dalam kehidupan berkeluarga.

“Ulama atau ustadz memang tugasnya apa? Menjaga ummat. Dari apa? Anak – anak kita jangan sampai terpengaruh dengan bahaya miras. Mabok – mabokan. Apalagi sebentar lagi tahun baru,” jelas KH. Mursyid Kamil.

“Yang haram jelas dan halal juga jelas. Tidak bisa dicampur adukan. Anak harus kita jaga dari hal yang menjurus ke api neraka,” lanjut KH. Mursyid.

KH. Mursyid mengatakan, minuman keras dapat mudah mempengaruhi kehidupan sehari – hari. Sehingga perlu ada pengawasan tokoh agama maupun orang tuanya dirumah.

“Biang brengsek, gara – gara minuman keras.
Jaga diri kita dan keluarga. Jaganya gimana? Ikut ngaji, tahlil, atau seperti maulid ini,” paparnya.

Sementara itu, KH. Mursyid menjelaskan ada empat golongan, yang tidak kenal bau surga. “Pertama, orang pelit. Orang pelit musuh Allah, kedua; biasa minum khamar atau bir, ketiga; suka adu domba. Umat Islam harus bersatu, dan keempat; orang yang durhaka sama orang tua,” tuturnya.

Sementara itu Ust. Sanwani dalam kesempatan tersebut menggelar sosialisasi terkait fatwa MUI Pusat No. 56 th 2016, tentang haram hukumnya pegawai atau karyawan Islam menggunakan atribut yang bukan orang Islam.

“Bapak dan ibu harus mengetahui MUI telah mengeluarkan fatwa bahwa ada larangan perusahaan untuk tidak memaksa karyawannya khususnya muslim menggunakan atribut agama lain. Kalau ada yang memaksa, silakan lapor,” tutur Ust. Sanwani.

Ust. Sanwani juga mengajak kepada semua ummat Islam dalam pengawasan terhadap aktivitas mencurigakan di tengah masyarakat.

Share this...
Print this page
Print
Categorised in:

1 Comment for MUI Kota Bekasi Gelar Maulid Nabi di Pondok Gede

Leave a Reply