Menu Click to open Menus
Home » Tulisan Lepas » Alhamdulillah, Inilah Perjuanganku Terbebas dari Utang Riba

Alhamdulillah, Inilah Perjuanganku Terbebas dari Utang Riba

(1289 Views) October 18, 2016 8:18 pm | Published by | No comment

riba

Berawal dari keikutsertaan dalam seminar pengusaha tanpa riba (PTR) bulan Januari 2016 di Jakarta, sejak saat itu kami ber’azzam untuk segera melunasi seluruh utang-utang riba. Bagaimana tidak? Dalam seminar tersebut dijelaskan bahwa seringan-ringan dosa riba adalah sama dengan dosa anak laki-laki yang berzina dengan ibu kandungnya. na’uudzubillaahi mindzaalik.

Pada saat itu kami memiliki 3 utang riba, yaitu: kredit mobil dan 2 KPR. Setiap bulan kami mencicil bunga pinjaman secara rutin tanpa terlambat dengan sistem auto debet supaya BI Checking tidak masalah.

Pulang dari seminar kami berdiskusi mengatur strategi untuk melunasi semua utang-utang riba. Saya langsung megusulkan untuk menjual salah satu asset yang kami miliki saat ini yaitu rumah yang tidak kami tempati (dikontrakkan), tapi rupanya istri masih belum menyetujui usulan tersebut karena lokasi rumahnya yang sangat strategis dan sayang jika harus pindah tangan.

Pembebasan utang riba ini hampir menjadi topik pembicaraan kami setiap hari, dan pada akhirnya sampai pada persetujuan istri untuk menjual salah satu rumah. Mulai bulan Maret 2016 kami mulai coba tawarkan rumah melalui pemasangan iklan yang ditempel di pintu rumah. Tidak hanya itu, saya juga coba pasang iklan di grup-grup whatsapp bahkan sampai di facebook.

Di sela-sela kami menjual rumah, coba kami hitung tabungan yang ada pada rekening kami. Ternyata bisa cukup untuk melunasi utang kredit mobil, dan Alhamdulillaah pada bulan April 2016 lunas sudah satu utang RIBA kami.

Silih berganti orang yang menanyakan rumah sampai tawar-menawar harga masih belum ada yang cocok. Akhirnya kami dipertemukan dengan calon pembeli melalui teman di awal Agustus 2016 dan sampailah pada kesepakatan harga dan target terjadinya akad.

Di dalam ikhtiar dan do’a yang terus kami panjatkan, tidak lepas juga kami meminta do’a dari orang tua dan guru kami.

Suatu malam saya telpon ibu untuk meminta do’a restu tentang niat kami dalam pembebasan utang RIBA, tidak ada pembicaraan yang lebih dari itu dalam percakapan via telpon. Rupanya semalaman ibu menjadi kepikiran, pagi hari ibu sms ingin nelpon, segera langsung saya telpon khawatir ada hal penting yang mau disampaikan. Ternyata ibu menawarkan uang pinjaman untuk melunasi salah satu utang KPR, dengan rasa terharu saya langsung meng-iya-kan untuk mendapatkan pinjaman.

Alhamdulillaah bulan September 2016 dua utang RIBA lunas.

Penjualan rumah masih belum juga selesai, sudah menunggu dari Bulan Agustus sampai September, dan akhirnya awal Oktober 2016 terjadi jual-beli rumah yang sudah kami nantikan. Tak lama berselang, kami langsung mengajukan pelunasan KPR rumah yang kami tempati. Alhamdulillaah 13 Oktober 2016 lunas sudah utang RIBA yang ketiga, dan artinya lunas sudah semua utang RIBA yang selama ini menjadi LADANG DOSA.

Terima kasih Yaa Allaah, dengan izin Mu tidak ada yang sulit untuk diwujudkan, hanya butuh kesungguhan dalam niat dan ikhtiar dibarengi do’a dan tawakkal. Allaahu Akbar. (AZ)

Share this...
Print this page
Print
Categorised in:

No comment for Alhamdulillah, Inilah Perjuanganku Terbebas dari Utang Riba

Leave a Reply