Menu Click to open Menus
Home » Opini » Terima Kasih, Ahok

Terima Kasih, Ahok

(629 Views) August 10, 2016 7:21 am | Published by | No comment

Terima Kasih, Ahok ~

ahok-di-sidang-ariesman-rihadin--700x400

Jangan buru-buru pegang jidat saya dah, memastikan saya anget apa engga. Saya baik-baik aja sumpah….!!!

Saya beneran nulis judul itu dengan akal sehat. Berdasarkan pandangan mata saya yang silinder dan minus 4. Rada-rada ga danta, tapi masih bisa lihat yang nyata.

Saya ingat, ketika thn 2012 kita disajikan gebrakan baru PDIP- Gerindra yang mengusung Jokowi – Ahok buat jadi gubernur DKI. Awalnya saya nyengir sinis tapi manis, ahhh…Jokowi boleh berjaya di Solo. Tapi ini Jakarta, heterogen dan terpelajar. Ga mudahlah meyakinkan penduduk kota besar macam Jakarta memilih sosok ndeso dengan prestasi minim. Penduduk Jakarta itu realistis, dengan kemampuan analisa yang kritis, cerdas dan sangat dinamis. Tambah lagi, wakilnya lelaki bermata sipit, yang nonis. Saya juga punya keyakinan besar kalo warga Jakarta itu kaum agamis yang lumayan tinggi rasa sensitifitas nya terhadap isu religi. Ternyata saya salah bessaaarrr…..!!!

Jokowi – Ahok menang, dan melenggang DKI 1. Sampe situ, ternyata umat masih terlena sambil nga-nga. Nothing happen dengan kehidupan beragama. Sampe akhirnya, for the first time on history Jayakarta dipimpin Gubernur nonis setelah Jokowi ingkar janji ga bakal nyalon jadi presiden tahun 2014.

Disini sebagian umat menggeliat. Lelang jabatan lurah, mutasi jabatan kepala sekolah , penggusuran masjid dan musholla, sampe pohon natal yang mejeng didepan gedung balai kota dengan megah.

Inilah realitasnya. Lalu sejak itu sebagian kita terperangah. Tak percaya tapi nyata. Di benak saya muncul sebuah tanya, ini yang sukses sebenarnya siapa ???

Para kaum penentang demokrasi ( tapi menikmati hasil demokrasi ) yang sukses membrain storming dengan jargon Islam yes, partai Islam No. Mengajak umat untuk tak peduli dengan pemilu dan yang berbau pemilihan kepala daerah ??

Atau kekuatan umat Islam saat ini memang jauh melemah. Tergerus masalah perut yang lebih prioritas untuk diurus ???

Atau kekuatan minoritas yang kian menjulang. Strategi mereka menyusun kekuatan dengan senyap. Namun pasti menguasai objek-objek vital masyarakat hingga tak sadar sudah tak ada lagi yang bisa kita kendalikan.

Atau bangkitnya sebuah kekuatan ghaib yang kian menggurita. Melemparkan isu-isu panas, mengemasnya dengan tampilan jahat namun memikat, menyajikannya dengan apik dalam parade tontonan menemani makan malam kita. Menggorengnya terus menerus. Sampai hangus. Ditangkapnya tokoh-tokoh Islam dalam lingkaran partai politik. Habis sudah tanpa sisa. Media telah menjadi Tuhan baru yang dapat menjadi sutradara panggung nasib suatu bangsa.

Semuanya mengerucut dalam satu titik, kita tak peduli lagi pada nasib agama ini. Atau lebih tepatnya, kita dibuat untuk tak peduli pada umat ini.

Dan dimata saya saat ini ada sebuah parade keindahan baru. Partai politik DKI sedang menggalang koalisi. Bersatu mengajukan calon pemimpin baru untuk ibukota negeri ini. Calon yang muda, cerdas, visioner dan terlebih ia seorang muslim. Membicarakan sosok pemimpin bagi muslim adalah sebagian dari syariat itu sendiri. Ayat-ayat Allah berbicara sebagai hujjah untuk hal ini. Tak terbantahkan lagi. Mayoritas muslim, pemimpinnya harus muslim.

Maka, berterimakasihlah pada sosok Ahok. Ahok telah menyadarkan kita bahwa ia ga bisa dipandang sebelah mata. Kekuatannya dahsyat. Kalau mau jujur, satu juta KTP adalah sedikit bukti. Abaikan bagaimana cara dia mendapatkannya. Yang jelas, itu sebuah dukungan. Kekuatan Ahok bergerak dalam senyap. Taktis bergulir pasti. Mengenggam kursi DKI 1 untuk 5 tahun lagi.

Dukung upaya anak-anak bangsa ini dalam koalisi yang baru saja terbentuk. Mereka sedang berupaya semampu mereka. Sisa nya tinggal kita. Kalaulah kita percaya akan ada hari dimana kita dibangkitkan untuk menjadi saksi tentang apa yang terjadi pada umat dan bangsa ini, maka mereka sudah punya satu jawaban dihadapan Allah, mereka sudah melakukannya. Sedangkan kita ????

Terima Kasih Ahok, telah membangunkan sebuah realitas yang sangat mahal, yang bernama KESADARAN.

Tulisan seorang Emak.

Share this...
Print this page
Print
Tags:
Categorised in: ,

No comment for Terima Kasih, Ahok

Leave a Reply