Menu Click to open Menus
Home » Tulisan Lepas » Mudik ke Kampung Akherat

Mudik ke Kampung Akherat

(682 Views) July 2, 2016 10:55 am | Published by | No comment

Mudik ke Kampung Akherat
@ Renungan Ramadhan 1437 | Eko Jun 27

mudik ke kampung akherat
Sembari persiapan atau perjalanan mudik ke kampung halaman, ada baiknya kita juga bertafakur tentang mudik ke kampung akherat. Mengapa kita harus memikirkan mudik ke akherat? Karena dahulu, Bapak dan Ibu kita tinggal disurga. Akibat tergoda oleh bujuk rayu setan, akhirnya mereka diturunkan ke dunia. Kita perlu merancang peta jalur mudik yang baik agar bisa kembali ke surga, agar tidak salah jalurnya hingga terjatuh ke neraka. Al Qur’an memberikan banyak panduan tentang jalur mudik kita ke akherat. Diantaranya :

Pertama, Menjelaskan Asal Kejadian
Kisah tentang penciptaan Adam hingga sebab dikeluarkannya dari surga banyak disampaikan berulang kali didalam Al Qur’an. Mengacu pada penjelasan Syaikh Yusuf Al Qardhawi dalam buku Berinteraksi dengan Al Qur’an, bahwa semakin sering sebuah tema diulang dan dibahas berarti kedudukannya semakin penting.

Shalat, zakat dll berulangkali disebut dalam Al Qur’an karena sangat penting, termasuk diantara rukun islam. Bani Israil bolak balik dikisahkan dalam Al Qur’an karena sangat penting, agar kita paham apa dan bagaimana kaum yahudi. Demikian pula dengan kisah asal usul manusia, kedudukannya penting untuk dipahami agar kita mengetahui siapa diri kita, siapa musuh kita, mana kampung halaman yang mau kita tuju dll.

Kedua, Menerangkan Hakikat Akherat
Hidup di dunia itu melenakan. Ada yang terlena dengan gemerlapnya dunia, ada yang terlena dengan kesibukan, adapula yang terjerat dengan segudang masalah. Semua kondisi itu berpotensi melalaikan manusia dari kampung akherat. Seringkali baru tersadar jika sudah terlambat. Sebagaimana diberitakan oleh Allah “Alhaakumut takaatsur. Hattaazur tumul maqaabir”.

Karena itu, Al Qur’an menerangkan hakikat kehidupan dunia serta perbandingannya dengan dengan kehidupan akherat berkali – kali, dibanyak tempat. Misalnya “Wal aakhiratu khairuw wa abqaa”, “Wal aakhiratu khairullaka minal uulaa”, “Wamal hayaatud dun-ya illa mataa’ul ghuruur” dll. Pesan seperti ini juga disisipkan dalam kisah dakwah para nabi, dalam dialog mereka dengan kaumnya atau orang yang didakwahinya. Semua majelis dakwah mereka berorientasi akherat.

Ketiga, Menceritakan Surga & Neraka
Diantara keistimewaan umat islam bila dibandingkan dengan umat sebelumnya adalah diberi pengetahuan yang lengkap tentang akherat. Mulai dari kehidupan dialam kubur, berbagai peristiwa dihari kebangkitan hingga sifat surga dan neraka. Pengetahuan sedetil ini tidak diberikan kepada umat sebelumnya. Jika tidak percaya, silahkan bertanya tentang perihal akherat kepada mereka.

Keimanan terhadap hari akhir termasuk pondasi agama yang sangat penting dan termasuk tema awal dakwah islam di Makkah. Neraka adalah tempat murka Allah, apinya saja hitam karena panas yang teramat sangat. Tidak bisa dibandingkan panasnya dengan api didunia yang berwarna merah, kuning dan biru. Surga adalah tempat keridhaan Allah. Kilau gelangnya ahli surga saja lebih terang ketimbang sinar matahari. Batu bata rumahnya ahli surga dibuat dari emas. Situasinya benar – benar tidak bisa dibandingkan dengan kondisi di dunia.

Khatimah
Jika kita akan mudik, maka harus jelas daerah mana yang dituju, rute yang dipilih untuk dilalui, bekal yang dibawa, kondisi kendaraan, jumlah bahan bakarnya dll. Semua harus direncanakan dan disiapkan dengan matang agar bisa sampai ke kampung halaman dengan selamat. Demikian halnya persis dengan persiapan kita mudik ke kampung akherat. Hm, teringat dengan pesan Ali bin Abu Thalib ra “Dunia adalah kendaraan. Maka perbaikilah kendaraanmu agar bisa menyampaikanmu kepada Tuhanmu”. Wallahu a’lam.

Share this...
Print this page
Print
Tags: ,
Categorised in:

No comment for Mudik ke Kampung Akherat

Leave a Reply