Waspadai Bahaya Gorengan Bagi Kesehatan Tubuh Kita

Bahaya Gorengan Bagi Kesehatan Tubuh Kita

Camilan ..gorengan.
Suguhan rapat RT.. gorengan.
Buka puasa .. gorengan.
Gak ada lauk … beli gorengan.
Konsumsi habis kerja bakti… gorengan.
Habis senam… gorengan.

Gorengan sudah menjadi “camilan nasional” Indonesia.
Mungkin gorengan juga menjadi penyumbang kenaikan jumlah pengidap obesitas di Indonesia. Lho kok bisa?
Ya, karena sepotong gorengan mengandung 200 Kalori. Berapa gorengan rata-rata yang dimakan oleh gorengan lovers? Minimal 3 gorengan sekali makan.
Berapa kali sehari? Minimal 2 kali yaa… Jadi dari gorengan aja sudah masuk ke tubuh  kita 1.200 Kal.
Bandingkan dengan 1 kepal nasi dan sepotong dada ayam yang hanya 500 Kal. Maka gorengan tidak pantas disebut makanan ringan lagi. Karena kalorinya berat.

Jadi kalau setiap hari seseorang makan nasi dan lauk pauk 3x masing-masing 500 Kal. Plus 6 gorengan per hari maka berarti dia sudah makan 2.700 Kal.

Jika kebutuhan per hari hanya 1500-2000 Kal perhari berarti setiap hari dia kelebihan 700-1200 Kal. Kelebihan kalori ini akan disimpan dalam tubuh dalam bentuk lemak.

Selain itu gorengan mengandung lemak jenuh yang berbahaya bagi kesehatan kardiovaskular. Kelebihan lemak juga bisa terjadi pada pembuluh darah sehingga akan mengakibatkan penyempitan dan akhirnya penyumbatan pembuluh darah. Jika demikian maka stroke, serangan jantung dan hipertensi menjadi bom waktu yang siap meledak sewaktu-waktu.

Banyak makanan sehat, tak lagi sehat ketika sudah jadi gorengan. Tahu, tempe, ayam, ikan, jamur bahkan buah banyak disajikan dalam bentuk gorengan sehingan kehilangan khasiatnya bagi kesehatan dan beralih fungsi menjadi bom waktu.

Ayo, mulai atur dan perhatikan makanan yang masuk ke dalam tubuh kita. Sebagai wujud syukur kepada Allah dan bukti bahwa kita menyayangi tubuh  kita. Sayangi sistem canggih dalam tubuh kita melebihi kita menyayangi mesin mobil kita.

Salam sehat,
Choirul Asyhar, konsultan nutrisi di Klub Yukenbi Slim.

*konsultasi gratis
081517392450