Menu Click to open Menus
Home » Kesehatan » Lapar Emosional

Lapar Emosional

(741 Views) April 22, 2016 1:15 pm | Published by | No comment

Gambar ilustrasi

Lapar itu tandanya perut minta diisi makanan.
Haus pertanda badan mulai kurang cairan. Jadi harus minum.

Rasulullah mengajarkan makan tidak berlebihan. Parameternya makan ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang. Artinya makan adalah kebutuhan bukan keinginan. Makan ketika kita lapar yg sebanarnya bukan lapar emosional.

Lho, apa itu lapar emosional? Yaitu lapar karena keinginan. Bukan kebutuhan. Lapar karena kebutuhan sinyalnya bermula dari perut. Kalau lapar emosional sinyalnya dari mata atau penciuman.

Misalnya: kita tidak lapar, tapi karena mata menangkap pemandangan makanan enak, jadi pengen makan deh… ini lapar emosianal.

Bau masakan yg tiba-tiba masuk ke penciuman kita lalu bikin lapar. Itu lapar emosional.

Atau… capek dan jenuh -bukan lapar- dg kerjaan kantor, tiba-tiba jadi pengen makan. Ini namanya lapar emosional.

Kalau sudah nyicipin makanan enak, susah berhentinya. Padahal gak lapar…. ini namanya lapar emosional.

Tiba-tiba kangen makanan tertentu… padahal perutnya bisa aja tenang setelah diisi sebuah pisang. Ini namanya lapar emosional.

Terasa lapar, tapi ketika diganti dengan segelas air putih, 15 menit kemudian laparnya hilang… ini namanya lapar emosional.

Pengen makan makanan mewah padahal kita tidak membutuhkannya … ini juga emosional.

Nah… mengatur makan alias diet itu berarti kita belajar rasional. Bukan emosional. Ajaran Rasulullah di atas juga mengajarkan kita rasional dalam makan dan minum.

Hidup untuk makan adalah emosional. Makan untuk hidup itu rasional. Karena dengan makanan yg baik sel-sel tubuh kita akan hidup sehat dan kuat.

Salam sehat.

Choirul Asyhar
Konsultan Nutrisi dari Yukenbi Slim Club. “kursus makan menuju sehat.”

Konsultasi gratis:
WA 081517392450

Share this...
Print this page
Print
Tags: ,
Categorised in: ,

No comment for Lapar Emosional

Leave a Reply