Menu Click to open Menus
Home » Tulisan Lepas » New Wave: The World is Flat

New Wave: The World is Flat

(822 Views) March 28, 2016 8:51 pm | Published by | No comment

New Wave: The World is Flat

Penulis : Tobar

 

The World is Flat
Isilah diatas sangat populer pada era abad pertengahan. The world is flat. Kalau kita baca sejarahnya, yang mengatakan ini adalah Paus (pihak gereja). Kata beliau, kalau kita berlayar kebarat atau ke timur maka kita tidak akan kembali lagi ketempat awal kita berlayar. Lalu datanglah Copernicus dan Galileo Galilei yang membantah ungkapan the world is Flat. Mereka bilang the world is round. Karena bumi yang berputar mengelilingi matahari, maka pastilah bumi itu berbentuk bulat.

Pihak gereja tak mau menerima pendapat itu. Sehingga terjadilah peristiwa yang dikenal oleh zaman, mereka digantung ditiang gantungan.

Selang berapa lama, datanglah Columbus, pelaut italia, yang berani mengarungi samudra atlantik dan akhirnya menemukan apa yang disebut sebagai New World ( dunia baru). Lalu diikuti oleh pelaut-pelaut lainnya, semacam Amerigo Verpucci, yang membuktikan bahwa the world is around sesuai dengan para ilmuwan.

Pihak gereja menjadi pihak yang terkalahkan.

Ternyata guys, perdebatan the world is flat or around belum selesai. Datanglah seorang kolomnis yang namanya Friedman. Dia meluncurkan buku yang berjudul : The World is Flat. Buku ini ngomongin panjang lebar tentang dunia yang kembali datar, berkat perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang membuat setiap orang mempunyai kesempatan sama,asalkan punya akses ke internet tentunya ( Hermawan p.2)

Tambah lagi, dalam buku “New Wave Marketing” menyebutnya bahwa dunia sedang heboh dengan adanya Web 2.0 . inilah generasi berikutnya (Web 2.0) dari internet yang dulunya cuma sebagai media informasi. Sekarang internet lebih bersifat interaktif. Pada era Web 2.0, internet tidak bersifat vertikal semata, tapi bersifat horizontal.

Facebook dan twitter sebagai pelopornya. Mereka mengubah internet lebih atraktif dan komunikatif. Setiap orang bebas memilih teman , group , dan interest yang disukai. Setiap orang bebas meng- update informasi apa saja. Setiap orang memiliki posisi yang sama (berhak meng- add atau meng- ignore). Pokoknya facebook and twitter membuat the world is flat deh…

Melalui internet (web. 2.0) pulalah, aspek-aspek kehidupan lainnya menjadi flat (alias bersifat horizontal). Mulai dari politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi (so pasti..) dan lain-lain

Menurut pendapat Pakar Pemasaran Dunia, Hermawan Kartajaya, bahwa dunia secara keselurahan, akan mengalami perubahan dari era Legacy , kepada era New Wave. Legacy diartikan bersifat vertikal, top-down, one-many dan high-budget high-impact akan digantikan dengan pendekatan yang bersifat horizontal, many-to-many ,bottom-up dan peer-to-peer , serta low-budget high-impact.

Misalnya, dalam bidang politik. Kita dapat lihat pada kemenangan Obama yang mewakili kulit hitam (kaum minoritas) terhadap McCain. Obama mengambil kata “change” seolah olah mengatakan bahwa ia adalah masa depan amerika. McCain mengklaim bahwa dia adalah veretan perang vietnam, bagian dari masa lalu. Obama mengatakan bahwa dia adalah bagian dari rakyat jelata Amerika, dan memanfaatkan email, twitter dan sms (media horizontal) untuk komunikasinya dan meminta dukungan rakyat. Sedangkan McCain banyak menggunakan media tradisional yaitu TV untuk menyerang Obama.

Contoh lainnya. Dinegeri tetangga kita, Malaysia. Jeff Ooi mendapatkan kursi parlemen dikarenakan blog-nya (Web 2.0). Dia sering menulis didunia maya dan dia dijuluki sebagai “Malaysia’s Most Influential Blog”. Blognya sering dibaca orang. Dan dia tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar untuk kampaye, cukup dengan memanfaatkan media online (low-budget high impact )… ada yang mau coba di Indonesia???..

Dibidang ekonomi, gejala New Wave sudah nampak pada menjelang awal melinium baru. Krisis moneter. Harga-harga komoditas mirip Roller-Coaster. Naik-turunnya cepat. Akibatnya, menteri keuangan dan Gubernur Sentral di seluruh dunia kebingungan. (Hermawan p.11). kenapa guys???

Karena harga minyak dan komoditas-termasuk logam mulia- dipengaruhi oleh gerakan horizontal para investment banker. Mereka yang membuat aliran uang yang beredar lepas hubungan dengan pergerakan barang dan jasa yang diperdagangkan. Jadi tidak ada lagi yang namanya hukum demand dansupply (era legacy, vertical ). Kok garuk-garuk kepala sih, masi belom ngerti ya…hehhe. kalo masi belum ngerti, hubungi aja 14045.. dijamin kenyang kok – gaknyambung.com

Dibidang sosial budaya, kita dapati gejala New Wave sudah terlihat pada era Reformasi. Tiap- tiap daerah sekarang sudah bangga dengan budaya masing masing. Bangga dengan bahasanya masing-masing. Beda dengan era Orde baru (Legacy, Vertikal), semuanya serba budaya jawa (jawa-sentris). Efeknya sampai pada prosesi pemberian nama anak. Agar anaknya sukses, maka mereka rela memberikan nama anaknya dengan nama jawa. Contoh: Irwan Prayitno, Gubernur Sumatera Barat (padalah beliau orang Minang Aseli). Dan masih banyak contoh-contoh lainnya.

So,.. Pada akhirnya, saya ingin katakan : “ bahwa era New Wave (gelombang baru) bak bola salju yang terus menerus menggelinding dan membesar. Merubah tatanan dunia. Yang awalnya dari internet kemudian mewabah ke segala bidang kehidupan. Dan Internet telah dan akan menjadi tool dan sekaligus drive untuk menghantarkan dunia yang lebih baik.”

Welcome to New Wave… !!!
*Terinspirasi dari buku “New Wave Marketing” Hermawan Kartajaya

Share this...
Print this page
Print
Tags:
Categorised in:

No comment for New Wave: The World is Flat

Leave a Reply