Menu Click to open Menus
Home » Edukasi » Masa Depan Lelaki (?)- Part 1

Masa Depan Lelaki (?)- Part 1

(2079 Views) July 27, 2015 9:08 am | Published by | No comment

article-2418446-1BC63465000005DC-157_636x416                                                     Sumber gambar: kaskus.co.id

Publikjurnalistik-PRIA metroseksual. Sebuah istilah yang menunjuk pada suatu gaya hidup baru di perkotaan saat ini bahkan sudah merambah ke kalangan pedesaan di Indonesia. Rapi, harum, trendi, dan fashionable tak lagi menjadi monopoli kaum wanita. Makin banyak pria di kota-kota besar yang mengubah penampilan menjadi lebih menarik dengan cara menghabiskan banyak uangnya untuk berolah tubuh ke fitness center maupun ke salon. Zaman sudah berubah. Perawatan tubuh yang umumnya hanya dilakukan kalangan perempuan dan dianggap tabu bila dilakukan laki-laki, atau perawatan wajah yang dahulu identik dengan wanita, sekarang juga banyak dilakukan kaum pria.

Pria metroseksual secara definisi bukanlah homoseksual walaupun pria semakin nyaman dan mudah mengekspresikan sisi-sisi feminin seperti wanita. Penampilan diri yang menarik dan tuntutan kaum hawa menjadi hal penting bagi kaum pria itu sehingga mereka tak ragu lagi melakukan perawatan diri, termasuk di salon. Ini dipicu nilai-nilai baru yang mewarnai gaya hidup masyarakat Indonesia terhadap laki-laki yang tinggal di perkotaan, yang cenderung berorientasi pada nilai-nilai kebendaan dan wujud. Artinya, telah terjadi pergeseran orientasi nilai budaya pada jenis kegiatan, minat, maupun pendapat yang lebih mementingkan penampilan secara fisik, glamour, dan lain sebagainya.

Para pria metrosexual ini salah satunya adalah David Beckham. Suami dari designer kelas atas Victoria Posh ini sangat suka sekali berganti tatanan rambut, perawatan tubuh, narsis, dan fashion-oriented. Sebagaimana kita ketahui, segala gaya yang dikenakan Beckham selalu menarik jutaan kaum lelaki di dunia untuk meniru dan mengikutinnya. Selain itu ada juga bintang sepak bola top dunia C. Ronaldo, Gareth Bale, dan lainnya. selain para selebriti hollywood dan para model tentunya. Pria-pria ini dikenal tetap tampan, gagah dan menjadi idola kaum wanita.  Sekarang kita menilik ke daratan Asia. Kemahsyuran pria-pria “cantik” ala Korea, Hongkong, Jepang bahkan Thailand juga sangat menjamur. Tidak hanya di kawasan Asia saja, gaya dan fashion mereka ternyata juga diikuti sampai hampir keseluruh belahan dunia lebih lebih di Indonesia.

Lahirnya pria metroseksual adalah ulah arus modernisasi dunia, dimana pria juga dituntut rapi dan bersih namun terlihat maskulin. Para pria ini menganggap dirinya lebih perhatian, romantis, dan keren sehingga  menganggap dirinya lebih unggul dan ingin menguasai perempuan. Namun tahukah kamu jika era metroseksual akan segera berakhir? Ngomong-ngomong, istilah metroseksual ini diciptakan oleh Marian Salzman, tetapi Salzman pula yang “membunuhnya”. Dia berkesimpulan bahwa era metroseksual sudah tamat.

Pada tahun 2005, Marian Salzman beserta dua sahabatnya Ira Matathia, dan Ann O’Relly, menerbitkan sebuah buku yang kelak akan menggemparkan para lelaki: The Future Men. Tiga orang itu melakukan riset mendalam untuk menjawab pertanyaan, “seperti apa lelaki masa depan itu?” Akhirnya, setelah melakukan penelitian yang melibatkan lebih dari 20.000 orang, buku itu menasbihkan bahwa lelaki di masa depan adalah para lelaki uberseksual.

Apa itu lelaki uberseksual? Apakah mirip dengan homoseksual? Siapakah Marian Salzman? Jika kita mengamati kondisi kaum lelaki terutama kaum muda di dunia saat ini yang cenderung memprihatinkan karena over metroseksual , banyak kalangan termasuk kita tentu penasaran dan menerka-nerka:

“Seperti apa kira-kira masa depan kaum lelaki?” (bersambung ke part 2). Ahmadun/berbagai literatur

 

 

 

 

Share this...
Print this page
Print
Categorised in: , ,

No comment for Masa Depan Lelaki (?)- Part 1

Leave a Reply