Pandangan CIIA atas Penghinaan Presiden Prancis Terhadap Islam & Rasulullah SAW

“Penghinaan secara verbal yang di tampilkan oleh Presiden Prancis terhadap Islam dan Rasulullah SAW sangat melukai nalar dan hati nurani muslim sedunia.”

Ucapan eksplisit yang berisi penghinaan itu keluar dari watak asli pribadi yang phobi terhadap Islam dan Rasul SAW, bahkan bisa jadi ada kebencian tersembunyi yang lebih besar. Meski begitu kita doakan semoga si presiden ini mendapat hidayah untuk memeluk Islam.

Dan sikap presiden Prancis ini perlu di respon oleh Umat Islam secara proporsional, sekalipun problem yang dihadapi umat Islam cukup banyak bukan sekedar soal ocehan Presiden Prancis.

Penguasa negeri-negeri Islam harus bersikap tegas, marwah Umat Islam ada di pundak mereka. Dengan segala kapasitasnya seorang penguasa negeri kaum muslimin harus memberikan respon dan tidak boleh bisu, tuli bahkan masa bodoh. Kita berharap penguasa negeri Islam semisal Indonesia atau yang dikawasan timur tengah mereka berdiri bersama atau mewakili umat Islam untuk memberi pelajaran berharga bagi setiap pribadi atau entitas yang berani melecehkan, menguar penghinaan terhadap Islam dan Rasul SAW.

Para penguasa melalui jalur diplomasinya secara politik bisa efektif membangun komunikasi dan soliditas antar negara Muslim untuk merumuskan sikap plus strategi yang efektif terhadap masalah ini. Atau secara mandiri melakukan tekanan dengan beragam strategi yang relefan.

Demikian juga selain aksi demontrasi dan membangun kontra narasi (propaganda) melalui beragam media sosial, entitas non goverment atau masyarakat sipil umat Islam secara luas bisa ambil peran dengan gerakan kontra ekonomi; boikot produk-produk Prancis di pasar-pasar negeri Islam.

Dan penghinaan ke penghinaan berikutnya akan datang silih berganti dari orang-orang diluar Islam atau dari internal umat Islam (kaum hipokrit) jika penguasa abai menjaga marwah Islam dan umatnya. Apalagi jika umat Islam “tidur lelap” acuh terhadap persoalan yang menimpa agamanya.”

Selasa, 27 Okt 2020

Harits Abu Ulya ~Dir. CIIA (The Community Of Ideological Islamic Analyst) & Pengasuh PPTQ (Ponpes Tahfidz Qur’an) Al Bayan.