Kilas Balik Paud Nuruttaqwa

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Puji syukur atas kehadirat Tuhan yang Esa, karena berkat rahmat-Nya, saya bisa menyampaikan berita baik tentang perjalanan saya bersama sahabat-sahabat saya.

Pada Minggu, 25 Oktober 2020 telah hadir di tengah masyarakat Kp. Brahol Rt 02/05 Desa Sukajaya Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi, lembaga Pendidikan Anak Usia Dini dengan nama “PAUD NURUTTAQWA”. Sekolah yang akan insya Allah akan menghantarkan masyarakat pada semua kebahagiaan yang hari ini telah hilang dan tidak menjadi prioritas lagi ditiap sekolah.

Kilas balik hadirnya PAUD NURUTTAQWA merupakan bagian dari follow-up atau tindak lanjut dari proses dan pergerakan kami kelompok III dalam moment Kuliah KERJA Nyata (KKN) pada 07 Februari 2020–07 Maret 2020. Berangkat dari ketika kami mengobservasi keadaan lingkungan di kampung Brahol yang ternyata disana belum ada lembaga pendidikan yang bisa mewadahi anak-anak untuk sekolah dan belajar. Bahkan, ketika kami melakukan proses wawancara kepada sebagian warga disana, mereka dengan lantang menyatakan bahwa “Anak kami tidak perlu sekolah, karena biaya sekolah saat ini sangat mahal, kami tidak punya uang, untuk makan saja susah” kalimat itu memang tidak panjang, tapi tentu membuat bergetar pikiran dan hati kami.

Banyak anak-anak yang memiliki semangat tinggi untuk belajar, dan itu terbukti ketika kami mengadakan Taman Baca di posko kami saat proses KKN berlangsung. Selalu hadir 20-30 anak dengan tujuan belajar dan membaca. Kami selalu tertampar melihat semangat mereka, kami selalu haru dan bangga karena keceriaan mereka ketika belajar, dan kami bersyukur karena masih banyak generasi muda yang ke depan akan membuktikan dirinya dan potensinya.

Berangkat dari keadaan itu, kami membangun komunikasi bersama masyarakat dan jajaran pemerintah desa setempat untuk menginisiasi dan membangun lembaga Pendidikan Anak Usia Dini, dengan Visi untuk mempersiapkan generasi yang intelektual dan agamis sesuai dengan norma hukum yang berlaku dan nilai-nilai ke-Islaman yang dianut. Kami juga berkomitmen mengutamakan anak-anak yang tergolong ekonomi rendah untuk sekolah tanpa biaya. Kami juga akan menjalin komunikasi kepada masyarakat sepanjang sekolah berlangsung, guna memusyawarahkan banyak hal yang keterkaitannya dengan proses belajar-mengajar anak. Dan tak kalah penting, kami akan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam proses belajar kepada anak dan membuktikan kepada semua pihak, bahwa sekolah dapat menghantarkan pada tiap kebahagiaan bukan penderitaan.

Demikian cerita ini saya tulis, berharap akan banyak sekolah yang hadir ditengah masyarakat yang sedang kebingungan karena biaya pendidikan yang semakin tinggi. Dan berharap kita sama-sama berjuang dan bergerak untuk menyuarakan makna pendidikan yang sesungguhnya sangat menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.

Penulis: Annisa Budi Akhlani