Unjukrasa Ummat Islam Surakarta Tolak RUUHIP

Solo, publikjurnalistik – Ratusan Ummat Islam Solo Raya Hari ini (Ahad/14/6/2020) memadati Bundaran Gladak, Jl. Slamet Riyadi , Surakarta, Jawa Tengah melaksanakan Aksi Tolak Rancangan Undang-Undang Halauan Ideologi Pancasila, karena RUU tersebut tidak “lagi” berdasar kepada falsafah negara dan justru akan menikung dasar negara yang menimbulkan banyak kotroversi.

Rancangan Undang-Undang Halauan Ideologi Pancasila tidak memasukkan TAP MPRS Nomer XXV/MPRS/1966 tentang pembubaran PKI,organisasi Terlarang, dan Larangan menyebarkan dan mengembangkan faham Komunisme/Maxisme-Lenisme. Pancasila yang didalam RUU HIP adalah pancasila yang berciri pokok Trisila ( Sosio-Nasionalisme,Sosio-Demokrasi serta Ketuhanan yang berkebudayaan ) dan bisa dikristalkan menjadi EkaSila (GotongRoyong).

Massa Membakar dan Menginjak Bendera PKI

Selain mendengarkan Orasi Dari beberapa Tokoh, massa juga melakukan pembakaran dan menginjak Bendera PKI.
Sambil Menyuarakan Gayang PKIā€¦Bakar PKI. Bendera PKI dibakar dan juga diinjak. Dalam video serta foto terlihat bendera PKI dibakar serta ada pula yang diinjak.

Walaupun diikuti oleh ratusan massa, aksi tersebut berjalan dengan lancar dan massa tetap mengunakan Masker. Aksi yang dimulai pada sekitar jam 13:00 Wib dan selesai sekitar jam tersebut selesai pada jam 15:00 Wib.

Dewan Syari’ah Surakarta : RUU HIP Tidak DiButuhkan

Dalam Pernyataan Sikapnya, Dewan Syari’ah Surakarta menyatakan MENOLAK upaya semua Pihak untuk Menyetujui Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila Menjadi Undang-Undang karena :

  1. Pancasila sebagai Ideologi dan Falsafah Negara tidak bisa dan tidak diperlukan diatur dalam Undang-Undang.
  2. Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila adalah kudeta Ideologi Bangsa Indonesia karena mendorong Penafsiran Pancasila sebagai Ideologi Ideologi tertutup sebagaimana terjadi sebelum era Reformasi.
  3. Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila Tidak Diperlukan karena interpretasi Pancasila sudah termaktub dalam Undang-Undang Dasar 1945 mulai dari Pembukaan dan Batang Tubuh.
  4. Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila memberikan Landasan Hukum dan peluang menjadikan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ) menjadi Negara Sekuler yang mengabaikan nilai-nilai Agama sesuai Syari’at Nya dengan mengambil pokok Pancasila Ketuhanan Yang Berkebudayaan dan menjadi sendi pilar Pancasila adalah Keadilan Sosial sehingga menafikan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dibagikan atas Berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.