BUMMas Margahayu Berdaya Binaan Rumah Zakat Ikut Produksi Masker

Pemerintah Indonesia terus berupaya memutus rantai penyebaran virus Covid-19 diantaranya diterapkan beberapa kebijakan seperti: Work From Home (kerja dirumah), physical distancing, bahkan khusus di beberapa daerah dilakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Disisi lain ternyata Kebijakan ini membuat beberapa masyarakat yang berpenghasilan harian / dagang terkena imbasnya. Hal ini dapat dilihat lansung kepada penerima manfaat BUMMas Margahayu berdaya yang terpaksa menutup dagangannya karna tempat mereka berdagang ditutup atau yang jualan kuliner juga berkurang penghasilannya.

Untuk menjawab permasalahan ini Rumah Zakat melalui Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMAS) UMKM Margahayu Berdaya ikut ambil bagian memproduksi 700 lembar masker kain. Selain memberdayakan penerima manfaat produksi ini sekaligus menyukseskan program sejuta masker Kain Rumah Zakat.

Salah satu member Margahayu Berdaya terlihat Bahagia dalam produksi masker. Ibu Neni sejak Covid-19 ini sepi orderan jahit sepraynya sehingga berkuranglah penghasilan keluarganya belum lagi suaminya yang bekerja harian juga sudah tidak bekerja.

“Terima kasih kepada Rumah Zakat dan Bummas Margahayu Berdaya yang telah memberikan orderan jahit Masker ini,dengan orderan ini dapat meningkatkan penghasilan saya sekaligus dapat memberdayakan adik saya yang penggangguran” tuturnya.

Senada dengan Neni, Tasiah yang kesehariannya menerima orderan snack box dan permak celana saat ini mengalami penurunan omzet dan berkurang orderan snack boxnya Namun, dengan Produksi masker kain ini. “alhamdulillah orderan masker ini berkah bagi keluarga saya ditangah sepinya orderan saya ‘’ ujar bu Tasiah.

Sosial enterprise accelelator pendamping Bummas Margahayu Berdaya Budi Pratama mengaku bersyukur bisa tetap memberdayakan membernya di tengah lesunya perekonomian akibat dampak Wabah Corona ini.

”Saya turut senang bisa mendapat orderan produksi masker ini, pandemi Covid-19 ini juga sudah membuat tuunnya perekonomian masyarakat. Untuk itu kita mesti jeli membaca peluang yang ada. Diantaranya kita bisa memproduksi barang – barang yang dibutuhkan pada saat pandemi ini.” kata Budi Pratama.