Sebuah Kegelisahan, Surat Dari Driver Untuk Perusahaan Ojol dan Taxol

Surakarta 25,Maret 2020

Disaat pandemik Covid-19 semakin mengawatirkan, Perusahaan ojol & Taxol harus mengubah paradikmanya ke social responsibilty, bukan business responsibility.

Jika perusahaan ojol & Taxi online beralasan bahwa para driver ini hanyalah partner saja bukan karyawan atau bagian dari perusahaan. Maka perlu diperjelas dengan ‘mengangkat’ atau menjadikan para driver tersebut sebagai ‘partner’ perusahaan, apalagi ketika para driver ini bekerja, diwajibkan mengenakan atribut baik jaket, helm,belum lagi stiker yang ditempel pada mobil,dll (bukan cuma sekedar aplikasinya saja),dari perusahaan yang menjadikan para driver tersebut ‘partnership’, maka secara tidak langsung ada legacy yang diemban oleh keduanya, baik perusahaan ojol maupun driver ojol. Dan, ada legalitas kerjasama ‘partnership’ dalam menjalankan bisnis ojek online tersebut.

Jika perusahaan ojol masih beralasan bahwa para driver ini cuma partner, dan bukan karyawan atau bagian dari perusahaan tersebut.saya tegaskan lagi, perusahaan harus mengubah paradikmanya menjadi social responsibilty, bukan business responsibility.

Bagaimanapun juga, selama ini dengan menggandeng para driver , para perusahaan ojol & Taxi Online ini bisa menjalankan bisnisnya secara luar biasa dan menandapatkan keuntungan yang besar.

“Jadi, wahai perusahaan ojol & Taxi online , jangan tinggalkan sendirian dong para drivermu menanggung beban tak dapat order dan tak ada pemasukan untuk kebutuhan mereka sendirian.”

Kiki ( Driver Ojek Online – MAXIM )