Fowapti, Warga Pilar dan PMII Bekasi Melakukan Unras Kembali di PN Bekasi

Forum Warga Pilar Tertindas (FOWAPTI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bekasi, dan Warga Pilar melakukan aksi di Pengadilan Negeri Bekasi pagi tadi, Rabu (04/12).

Aksi tersebut diawali dengan pembacaan doa istigosah bersama, sebagai bentuk permohonan, pertolongan serta perlindungan kepada Tuhan yang Maha Esa. Agar kasus sengketa tanah Pilar bisa segera selesai dan tidak ada tindakan penggusuran yang mengakibatkan warga Kampung Pilar tidak dapat menempati hak tanahnya.

Menurut Sahabat Ade Suparman selaku kordinator lapangan Juga Wakil Sekeretaris Ketua Dua PMII Cabang Kabupaten Bekasi mengatakan, “Terkait tujuan aksi ke pengadilan negeri Bekasi yaitu menolak eksekusi kampung Pilar. Meminta keterbukaan informasi publik, netralitas penegak hukum Pengadilan Negeri Bekasi dan berantas mapia tanah serta PMII meminta kepada Presiden Bapak Ir. Joko Widodo untuk turun tangan memberantas Mapia tanah”, ujar ade selaku Korlap dan Wakil Sekertaris Ketua Dua PMII Kabupaten Bekasi.

Begitu juga dengan Sahabat Dedy Ambaryadi selaku Ketua Cabang PMII Kabupaten Bekasi yang ikut masuk ke dalam pengadilan. Untuk menanyakan Informasi terkait eksekusi sengketa tanah di Kampung Pilar mengatakan, “Bahwa Pengadilan Negeri Bekasi tidak memberikan informasi. Tapi pihak warga tetap meminta alasan kenapa Pengadilan Negeri tidak mau memberikan berkas tersebut. Dan warga meminta alasan tersebut secara tertulis, dan kita akan menunggu waktu sampai besok untuk memberikan alasan itu. Bila mana Pengadilan Negeri Bekasi tidak memberikan alasan terkait tidak di perbolehkannya informasi tersebut maka Pengadilan Negeri Bekasi sudah melanggar undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP).
Kalau sampai batas waktu yg ditentukan (besok) tidak memberikan alasan secara tertulis atau tidak mau memberikan berkas-berkas yang di minta warga. Kita akan kembali lagi berdemonstrasi dengan jumlah yang lebih banyak”, ujar Dedy Ambaryadi Ketua Cabang PMII Kabupaten Bekasi.

Warga berharap agar Pengadilan Negeri Bekasi bisa memberikan informasi terkait eksekusi sengketa tanah di Kampung Pilar dan berharap eksekusi bisa di batalkan.

Sumber: mediaaktivis.blogspot.com