PMII Grudug Pengadilan Negeri Kota Bekasi

Banyak pihak yang tertanya-tanya persoalan kasus lahan Kampung Pilar, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Kenapa pihak Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bekasi bersama PMII Komisariat Universitas Mitra Karya (PMII UMIKA) pada Selasa tanggal (3/12/2019) mulai pukul 13.00wib siang ini.

Melakukan aksi demo atau unjuk rasa didepan kantor Pengadilan Negeri Kota Bekasi di Jalan Pramuka Nomor 1 Margajaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Agar lebih jelasnya dibawah ini, kami tampilkan press relase aksi demo PMII yang saat ini sedang berdemo didepan kantor Pengadilan Kota Bekasi.

Assalamualaikum Wr. Wb

Salam Pergerakan

Hidup Mahasiswa Indonesia

Hidup Rakyat Pilar

“Bila rakyat tidak berani mengeluh itu artinya sudah gawat, dan bila omongan penguasa tidak boleh dibantah kebenaran pasti terancam”

Pemerintah tetap mempertontonkan kekeliruan reforma agraria dengan membiarkan krisis agraria dialami Rakyat Miskin  dan tidak diatasi dengan serius.Memang, Pemerintahan juga sudah merealisasikan program bagi-bagi sertifikasi lahan untuk mendukung pemilikan tanah bagi para Rakyat kecil.

Namun nyatanya Konflik agraria masih ada, dan cenderung bertambah dengan meningkatnya pembangunan infrastruktur. Hal ini karena terjadi ganti rugi yang tak sebanding.

Permasalahan di tanah Pilar masih terus bergulir ,selama masih ada oknum-oknum mafia tanah yang masih bermain diatasnya . Padahal warga telah menang secara hukum berdasarkan keputusan kasasi yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung (MA) dengan putusan No. 1570 K.Pdt/2007.

Tapi melalui  Putusan Pengadilan Negeri Bekasi Nomor 234/Pdt.G/2011/Pn Bks, Mereka dipaksa untuk mengosongkan rumah-rumah mereka, tanpa adanya sosialisasi atau informasi detail terkait kenapa warga harus mengangkat kakinya dari tanah mereka sendiri. Dengan ini jelas bahwa PN Bekasi sudah tidak kooperatif terhadap warga pilar terlebih PN Bekasi sudah mencederai hukum sebagaimana yang berlaku.

Ini yang menjadi dilematis untuk rakyat pilar . Mereka telah puluhan tahun menempati rumah mereka tiba-tiba dipaksa pergi oleh orang-orang yang mengklaim bahwa itu adalah tanah mereka ,dan yang lebih parahnya tanah mereka dijadikan bahan mainan para Mafia tanah .

Oleh karena itu kami Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Mitra Karya Menyatakan Sikap Bahwa :

1 .Kami Bersama Rakyat Pilar akan Melawan segala Bentuk Penindasan oleh Mafia tanah

2 .Kami meminta kepada PN Kota Bekasi dengan Secara terbuka Menyampakain Hal-hal yang berkaitan dengan proses penggusuran di tanah Pilar (Baik secara Tertulis atau Konferensi Pers)

3 .Kami memperingatkan kepada Seluruh Mafia Tanah yang sedang “bermain” di Tanah Pilar untuk segera menyerah.Karna Pilar adalah Tanah Rakyat.

Semoga keadilan masih ada di tanah Patriot dan Hati Nurani Rakyat Bekasi dapat merasakan perjuangan Rakyat Pilar.Karna pada dasarnya  setiap warga negara berhak bertempat tinggal sesuai dengan apa yang di amanatkan UUD 1945.

Dan Dengan Aksi ini Pengadilan Negeri Kota Bekasi dapat membuka segala informasi yang berkaitan dengan tanah pilar guna mengetahui titik jelas dari permasalahan di tanah Pilar.

Wallahulmuwafiq Illa Aqwamithoriq

Wassalamualaikum Wr. Wb

Hidup Mahasiswa Indonesia

Hidup Warga Pilar

Sekali Bendera di kibarkan Hentikan Ratapan dan Tangisan , Mundur satu langkah adalah suatu bentuk penghianatan .

TANGAN TERKEPAL DAN MAJU KE MUKA : LAWAN LAWAN LAWAN.

Sumber: mediagaruda.co.id