Kecewa dengan Kinerja Eka, Mahasiswa Grudug Kantor Bupati Bekasi

Bekasi, publikjurnalistik – Menurut sebuah sumber terpercaya, sejumlah mahasiswa akan menggrudug Kantor Buati Bekasi, Kams (24/10/19), sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap kinerja Eka Supria Atmaja, penggannti Neneng Hasanah Yasin yang saat ini sedang mendekam di penjara, akibat kasus Meikarta.

Pasca ditetapkannya Eka Supria Atmaja sebagai plt Bupati Bekasi pada bulan Oktober 2018 silam dan didefinitipkan pada bulan Juni 2019 ini, kinerja Pemkab Bekasi cenderung menurun. Hal ini dikatakan beberapa mahasiswa dari berbagai Kampus di Bekasi menilai Eka Supria Atmaja tidak serius Bekerja.

Fakhri Pangestu, Ketua BEM Fakultas Tekhnik Universitas Pelita Bangsa mengatakan, bahwa selama kepemimpinan Eka Supria Atmaja kinerja Pemkab Bekasi cenderung lebih buruk, jika dibandingkan dengan kinerja mantan Bupati yang kini tersandera Kasus Meikarta Neneng Hasanah Yasin.

Dirinya menjelaskan bahwa sisa lebih perhitungan Anggaran (SiLPA) APBD pada TA 2017 sebesar 800 Milliar sedangkan TA 2018 SiLPA APBD kabupaten Bekasi tembus 1,03 Triliun. Padahal Perda APBD ini adalah buah kesepakatan Bupati dengan DPRD sebagai Representatif Masyarakat Bekasi.

“Pemkab Bekasi ini kan Event Organizer (EO) bertugas menjalankan Perda, dan Perda APBD ini adalah hasil paripurna antara Bupati dan Wakil Rakyat yang harus dijalankan sebagaimana mestinya, Apalagi hasil diskusi kami kawan-kawan kampus memprediksi SiLPA TA 2019 ini bisa 2 Triliun mengalahkan APBD Kota Sukabumi, sebetulnya Pak Eka ini serius tidak jadi Bupati Bekasi?” Kesalnya.

Hal senada juga dikatakan Ahmad Baihaqi, Ketua BEM STAI Nur Elghazi, bahwa turunnya penyerapan anggaran setiap tahunnya adalah bentuk ketidakbecusan bupati sebagai pucuk pimpinan Bekasi, dan Sekda sebagai pucuk pimpinan birokrasi dalam memanajemen Pemerintahan. (*)