Demokrasi (Kebebasan, Keadilan dan Penegakan Hukum)

Demokrasi sudah berumur 74 tahun. Sejak di deklarasikan 17 Agustus 1945. Dalam deklarasi tersebut atas nama bangsa Indonesia bukan pribadi, golongan ataupun organisasi. Demokrasi adalah kekuasaan yang berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Sudah sejauh manakah demokrasi itu sendiri sekarang? Apakah poin-poin kebebasan, keadilan dan penegakan hukum sudah memenuhi demokrasi?

Akhir-akhir ini demokrasi transaksional sudah tidak aneh lagi. Orang partai yang militan, keilmuannya mumpuni, serta attitudenya baik belum tentu menjadi yang terpilih. Tapi mereka yang mempunyai popularitas, kedekatan emosional dengan elit politik ataupun punya tampang yang menjual. Jual beli seperti dagangan yang mempunyai kepentingan.

Demokrasi merupakan sebuah rumah seperangkat aturan lewat pemilu, rakyat bisa memberikan sumbangsihnya. Katanya negara kita mendapatkan peringkat ketiga demokrasi di dunia. Ah terlalu luas membahas negara harus menjadi negarawan dulu sedang yang menulis rakyat.

Teringat sebuah ucapan dari dewan wakil rakyat. Saat melakukan audiensi kala aksi. Dia menyampaikan ingin adanya agenda untuk bertukar gagasan dengan masyarakat, akademisi dan kalangan lainnya. Apakah para wakil rakyat berani menganggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)sebagai tindakan konkritnya. Ataukah hanya karena kemarin masih hangat menjelang pelantikan. Ataukah ini hanya akan hilang terbawa angin yang dinamakan janji.

Tugas seorang dewan secara hierarki adalah pelayanan. Siapa yang menyampaikan aspirasi hendaknya disambut baik oleh pelayan.

Peraturan daerah (Perda) merupakan kunci undang-undang daerah yang harus masuk kearifan lokal bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Untuk itu Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) sebelum diparipurnakan harus jelas output, outcame, dan impactnya. Karena ketidaktahuan rakyat adalah senjata para penguasa. Perda terbagi menjadi perda inisiatif yang dibahas oleh komisi dan perda prakarsa yang dibahas oleh eksekutif. Apakah dalam raperda dilibatkan masyarakat, akademisi, dan kalangan lainnya. Dan sudah sejauh mana realisasinya?