Menjadi Guru Inspiratif

MENJADI GURU INSPIRATIF
by : Nita Kurniati

07 September 2019, telah dilaksanakannya acara Seminar dan Bedah Buku “Menjadi Guru Inspiratif”, yang telah diadakan oleh BMPS (Badan Musyawarah Perguruan Swasta) Kabupaten Bekasi. Bertempat di Aula SD IT Daarul Azka, Jatireja Cikarang Timur. Acara ini diikuti oleh Mahasiswa dan Guru dari berbagai Instansi di Kabupaten Bekasi.

Acara ini dibuka oleh Pak H.Wahyudin M.Pd.I sebagai moderator, dengan memberikan motivasi-motivasi pada guru pembelajar, belajar sepanjang hayat. Kemudian dilanjut oleh Drs.H.Komarudin, MM, yaitu ketua BMPS Kabupaten Bekasi. Beliau menjelaskan tentang peningkatan kualitas dan kompetensi guru masa depan.

Kompetensi dapat diperoleh melalui pendidikan, pelantikan, dan belajar mandiri dengan memanfaatkan sumber belajar. Selain itu, untuk menjadi guru yang profesional harus memiliki Empat Kompetensi, yaitu Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Profesi, dan kompetensi Sosial. Ia juga menjelaskan tentang standar pendidikan nasional dan pentingnya Ruh atau keikhlasan seorang guru dalam mengajar.

Pak H.Komarudin juga berbagi tentang pengalamannya di dunia pendidikan, dengan berbagai perjuangannya untuk bisa berada di titik yang sekarang ini. Dan salah satu modal kuatnya adalah ” Keberanian ” . semua bidang yang digelutinya dan pengalaman organisasi nya dulu bisa dirasakan sekarang, sehingga bukan hanya bisa mengajar tetapi juga mampu di universal.

Kemudian dilanjut oleh Pak H.Ma’mun Zahrudin,M.Pd.I , yaitu penulis Buku “Menjadi guru Inspiratif” . selain menjadi pengajar dan Dosen, beliau juga aktif di dunia kepenulisan. Karya buku Antologi dan tunggalnya sudah banyak di terbitkan. Akuinya, pak Ma’mun memiliki kebiasaan menulis setelah ia terkena penyakit struk, dan berfikir apa yang harus dilakukan, daripada meratapi penyakit, lebih baik berkarya dan berkarya. Karya tulisnya juga dimuat di blog pribadinya.

Menurutnya, membuat karya Buku di zaman sekarang ini sangatlah dipermudah, seperti yang pak Ma’mun lakukan, ia bukan hanya mengambil referensi dari Buku tapi juga dari E-Book yang bisa di dapatkan di android. Yang mana hari ini sudah banyak aplikasi yang menyediakan E-book, seperti Ipusnas.

Tips menulis :

  1. Tulis apa yang kita suka
  2. Tulis apa yang kita inginkan
  3. Mempunyai bahan (pengetahuan, pengalaman, membaca)
    “Semua orang pada dasarnya bisa menulis, hanya saja tidak percaya diri dengan Karyanya”
    Walau dengan kondisi mata kanannya yang tidak bisa melihat, bahkan pernah mengalami amnesia selama tiga bulan, hal itu tidak menghalanginya untuk terus berkarya.

Selain memberi tentang kepenulisan, beliau juga menjelaskan tentang isi buku yang di tulisnya.
Bekal yang harus dimiliki oleh Guru Inspiratif :
Berpandangan Positif, menjalin ikatan emosional, membuat aturan main, membuat kegembiraan, memberi pujian, berani mengambil resiko, menjadi guru teladan, Guru Gaul dan Inovatif.

“Guru biasa biasa saja hanya bisa menceritakan, Guru yang baik mampu Menjelaskan, Guru yang Unggul mampu Menunjukan, Sementara Guru yang Hebat bisa memberika Inspirasi” .

Dilanjut oleh Pak H.Wahyu dengan memberikan motivasi menulis, yang mana karya tulisnya juga sudah di Bukukan dan di muat di berbagai media Online dan Cetak.

“Wala Tamutunna illa wa Antum Katibun” _ Janganlah kalian Mati kecuali telah menjadi Penulis.

Di akhir, pak H.Komarudin juga memberikan pesan “Jadilah guru yang mampu menginspirasi siswanya, jadilah guru teladan, jadilah guru Profesional. Tanamkan dalam Jiwa kita, bahwa kita ingin meningkatkan SDM yang Berkualitas”

Dan acara pun diakhiri dengan sesi Foto bersama.

Cikarang Utara,
7 September 2019

Nitnut

SalamLiterasi

MenjadiGuruInspiratif

Share this...
Share on Facebook
Facebook
0Tweet about this on Twitter
Twitter
Print this page
Print