Jaga Harmonisasi Pasca Pemilu dengan Aktualisasi Sifat Negarawan Sejati

Author: Share:

Kontestasi politik tahun ini menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat yang berada di akar rumput. Atmosfer politik kian mencuat tak terbendung karena para pendukung dan peserta pemilu memiliki ambisi untuk menduduki tahta tertinggi negeri ini.

Informasi di media sosial, media massa dan online, bahkan hingga informasi di warung kopi menjadi sebuah kabar pembawa petaka hancurnya sebuah harmonisasi hubungan antar warga negara. Hal itu lantaran perbedaan pilihan dan sudut pandang politik.

Gesekan di tengah masyarakat, terlihat sangat masif terjadi, baik di dunia maya maupun di dunia nyata. Fanatisme pilihan itulah yang kemudian tidak ingin pilihannya kalah, dengan mengklaim kemenangan masing-masing calon kandidat. Ini merupakan sumber gas panas yang membuat suhu semakin tinggi derajatnya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga penyelenggara pemilu menjadi sasaran efek panasnya suhu tersebut. Isu kecurangan KPU mulai disajikan melalui media online. Padahal, kita sama-sama mengetahui bahwa KPU adalah lembaga yang independen nonpartisan.

Janganlah menggiring opini kepada publik untuk tidak percaya kepada proses dan tahapan-tahapan pemilu yang tengah diperjuangkan KPU.

Jika memang ada kesalahan segera lapor sesuai regulasi yang ada. Jangan kemudian diviralkan dengan caption (keterangan tulisan) yang berlebihan dan menyudutkan penyelenggara pemilu. Mari belajar bersama menjadi pemilih dan pendukung yang menghargai proses tahapan yang sudah ditetapkan.

Jangan sampai pasca pemilu ini terjadi peperangan sesama warga negara Indonesia. Sebab, akan mengecewakan para pendahulu negeri ini, mengecewakan para founding father negeri ini.

Mari kita rukun kembali, menyambung tali yang hampir putus agar semuanya bisa nyaman dan aman dalam beraktivitas keseharian. Ingat, sejatinya politik itu adalah menyatukan bukan menghancurkan.

Oleh: Muhammad Harun Al-Rasyid
(Penulis adalah Panitia Pemungutan Suara Desa Sumbersari, Pebayuran, Bekasi; Penggerak Gusdurian Bekasi Raya; dan Ketua Pengurus Komisariat PMII STAI Haji Agus Salim Bekasi Masa Khidmat 2017-2018)

Share this...
Print this page
Print
  Next Article

Terkait Kondisi KRL Cikarang, Ini Yang Perlu Segera Dibenahi KAI

Lihat Berita Yang Lain