PK PMII Pelita Bangsa Cikarang Selenggarakan Sekolah Islam dan Gender (SIG)

Author: Share:

Cikarang, publikjurnalistik.org – Pengurus Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Putri Cabang Kabupaten Bekasi terus memberikan sumbangsihnya bagi daerah dalam menjawab tantangan di era digital melalui Sekolah Islam dan Gender (SIG). SIG merupakan jenjang pertama pengkaderan  KOPRI yang diikuti oleh anggota PMII setelah MAPABA (Masa Penerima Anggota Baru). Acara Dialog Publik dan Sekolah Islam & Gender di selenggarakan oleh Korps PMII Putri PK PMII Pelita bangsa. SIG kali ini bertemakan “Revitalisasi Peran Gender Pada Insan Pergerakan di Era Milenial”. Bertempat di Ponpes Nurul Falah, Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi. Sabtu-Minggu, (30-31 Maret 2019).

“SIG merupakan salah satu pelatihan untuk menambah pengetahuan tentang kesetaraan gender sekaligus menambaah kualitas kader PMII se-Kabupaten Bekasi khususnya KOPRI.” Ujar Ketua PK PMII Pelita Bangsa, Umar Faruk saat dihubungi.

Umar menjelaskan salah satu tujuan acara ini tentang kesetaraan laki-laki dan perempuan. Maka tidak ada alasan bagi perempuan untuk tidak ikut bersaing dalam dunia bisnis, birokrasi, dan parlemen maupun dalam bidang lainnya.

Acara berjalan dengan lancar dan diisi oleh narasumber dari berbagai senior PMII. Narasumber tersebut ada juga dari Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jabar. Peserta mengikuti kegiatan dengan baik. Mereka diantaranya berasal dari berbagai kampus yang ada di Kabupaten Bekasi dan luar Kabupaten Bekasi. Dalam SIG ada 7 materi yang disampaikan:

  1. Strategi pengembangan diri (Sayiful Arwani S.pd PKC PMII Jabar)
  2. Hukum Islam Indonesia (Khoirudin S.H.)
  3. Gender Perspektif Al-Quran dan Hadist (Dr. K.H. Kurnali Subandi M.M.)
  4. Fiqih Perempuan (Fuji Pauziah S.E., PKC PMII Jabar)
  5. Kekoprian dan Citra Diri Kopri (Dini Mahandis: Ketua Kopri PC PMII Kab. Bekasi)
  6. Konsep Dasar Islam (Abdurrozak: Pengasuh Ponpes Nurul Falah)
  7. Sejarah Gerakan Perempuan Lokal (Evy Andriyani PKC PMII Jabar)

Sementara itu, Ketua Pelaksana, Dewi Yunita mengatakan SIG memberikan banyak pemahaman tentang gender. Perempuan bisa menjawab isu global yaitu politik dan yang lainnya. Peran perempuan tidak hanya sebatas 4M: menstruasi, mengandung, melahirkan dan menyusui. Tapi perempuan bisa melakukan hal-hal yang bisa membawa perubahan. Perempuan memang seharusnya baper tapi bukan bawa perasaan, bapernya bawa perubahan. Perempuan boleh menjadi pemimpin asal tidak melanggar syariat, berpegang teguh terhadap islam dan tidak meniadakan kewajibannya.

“Saya berharap peserta yang mengikuti kegiatan ini mampu mengimplemetasikan ilmu yang didapat dan tidak menyalahgunaknnya”, kata dia. (Dedew/Umar).

 

Share this...
Print this page
Print
Previous Article

Hujan dan Belok-belokan, Sandiaga Uno Tetap Sapa Warga Bekasi

Next Article

Support Senam Pagi Warga Tanjungsari, Rumah Zakat Salurkan 100 Kaleng Kornet SuperQurban

Lihat Berita Yang Lain