STAI HAS Cikarang Adakan Academic Writing Workshop

Author: Share:

Cikarang, Publikjurnalistik.org – Sabtu 09/03, telah dilaksanakannya workshop menulis. Academic Writing Workshop diselenggarakan oleh STAIHAS (STAI Haji Agus Salim) Cikarang yang bekerjasama dengan LK2B (Lembaga Kajian Ke-Islaman Bekasi). Dengan Tema “Budayakan Menulis Ilmiah Menuju Profesionalitas Intelektual di Kalangan Mahasiswa dan Dosen”.  Bertempat di Aula Staihas, jl.Jend. Urip Sumoharjo  Kaliulu, Desa Tanjung Sari, Cikarang Utara, Bekasi. Dihadiri oleh tidak kurang dari 150 peserta, yaitu  mahasiswa Staihas dari berbagai semester.

Acara dimulai pukul 10.00 WIB, yang dibuka oleh pembawa acara. Diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.

Sambutan yang pertama dari Ketua STAIHAS, yaitu Dr.H.Karyoto WS, M.Pd.I

Menurutnya, salah satu hal yang harus disyukuri adalah nikmat akal sehat, dan akal bisa diberdayakan jika kita mau belajar, dan belajar adalah sebuah kewajiban.

Selain itu pak Karyoto juga memberikan semangat agar terus menulis dan membaca, karena sesuai ayat yang pertamakali diturunkan adalah IQRO. Baca, baca, baca, setelah membaca lalu di lanjutkan dengan menulis. Ia berharap setelah acara ini mahasiswa bisa lebih gemar lagi dalam membaca dan menulis.

Sambutan kedua dari Ketua Prodi HES, yaitu pak Dadang Hermawan, M.HI
Menurutnya, menulis adalah hak semua orang untuk berekspresi. Pak Dadang juga mengatakan akan ada follow up setelah acara ini, yaitu diadakannya kelas menulis dan Kajian tentang Ke-Islaman. Ia juga berharap acara ini menjadi pecutan semangat untuk menulis.

Kemudian dilanjutkan oleh sambutan dari Bu Dr.Noor Azida Batubara, M.Ag Selaku Ketua Prodi PAI. Ia menjelaskan tentang Skripsi. Penulisan skripsi, pembimbing skripsi, tips menulis skripsi yang bagus dan lainnya. Selain itu, Dosen penuh semangat yang berangkat dari Bandung ini juga memberikan point pesan kepada seluruh peserta, salah satunya yaitu :

Tekadkan pada diri, bahwa saya harus bisa menjadi lulusan terbaik
•Sadarkan diri bahwa membaca itu adalah bagian dari kehidupan kita  
•Jika ingin mengupas tentang sesuatu, Maka minimal harus membaca 10 Buku  
•Nikmati setiap Pemaparan yang disampaikan, agar ilmunya mudah masuk dalam pikiran kita. 

Pembicara selanjutnya yaitu Bu Daan Dini K, S.Ag.MEIL
Dosen yang sering disapa Bunda ini memberikan semangat di awal pemaparannya, dengan memberikan sebuah yel-yel, yaitu “Mahasiswa STAIHAS : Akademis, Agamis, Kritis”. Para peserta pun semangat mengikutinya.

“Mengaku Akademisi berarti harus dekat dengan budaya menulis, kita yang mengaku intelektual kampus harusnya malu jika tidak mampu berbagi kata, harusnya malu kalau cuma jadi pembaca”. Ungkap Bunda.

Selain memberikan motivasi menulis Bu Daan juga mengajak kepada seluruh peserta untuk tidak hanya menjadi Creatif Writing  seperti menulis cerpen, puisi dan novel, tetapi juga harus mampu menjadi Academic Writing.

Kemudian dilanjutkan oleh Pak H. Wahyudin NS, M.Pd.I
Selaku Presidium LK2B. Dalam pemaparannya ia memberikan judul Literasi untuk Akademisi. Membahas tentang konsep literasi, pentingnya literasi bagi akademisi, kewajiban berliterasi, literasi sebuah quantum, tips melahirkan inspirasi menulis dan lainnya. Selain itu pak Wahyu juga memotivasi peserta untuk menulis, dengan menunjukan karya-karyanya. Banyak tulisannya sudah termuat di berbagai media, Koran, Majalah, Media Online dan Buku.

Menurutnya, membaca dan menulis adalah satu paket yang saling interdepedensi, Sesuai surat Al-Alaq  “Iqra Allazii Allama Bilqolam”. Dan keduanya adalah satu bentuk interaksi dalam proses belajar. Sebaik-baiknya tulisan adalah tulisan yang selesai di tulis, dan sebaik-baiknya tulisan adalah tulisan kita sendiri walaupun itu terjelek se-Dunia.

Di akhir pemaparan, pak Wahyu mengungkapkan Statement nya, “Jangan menunggu menjadi Raja atau Presiden kemudian Menulis, tetapi menulislah bisa jadi esok atau lusa anda menjadi Presiden”.

Pemaparan selanjutnya oleh Pak Dr. Fuad Hilmi, M.Ag
Pemateri yang jauh-jauh datang dari Tasikmalaya ini memaparkan tentang Penelitian. Ia menceritakan pengalaman penelitiannya saat S1, S2 dan sekarang dalam menempuh Doktor. Banyak tips dan pelajaran yang bisa di ambil dari pengalaman Pak Fuad dalam penelitiannya, salah satunya yaitu “Tidak akan pernah seseorang itu berubah, tanpa proses Pembudayaan”.

Berikutnya adalah pemaparan dari Pak Suhaeri, SH.I, M.S.I
Ia menceritakan pengalamannya di dunia kepenulisan.  Selain itu, Dosen yang Qori nya bagus  ini juga memberikan tips agar semangat dalam menulis :

1. Cari pendorong/ Motivator untuk menggerakkan diri kita supaya menulis
2. Perbanyak Membaca dan Berfikir

Menurutnya, Motivasi bisa dari hal apapun. Seperti pengalaman pak Suhaeri sendiri, awal Motivasinya menulis adalah ingin mendapatkan Uang, itu tidaklah masalah, terpenting adalah terus menulis hingga menjadi kebiasaan.

Pemateri terakhir yaitu Bu Dr.Hj. Siti Ropiah, SH. M.Hum
Beliau sudah menyiapkan materi tentang Tips Jitu Menulis, namun waktu yang kurang mendukung dikarenakan teknis, Bu Ropiah hanya menggunakan waktu beberapa menit, dengan membacakan Puisi  yang dikirimnya di Gurusiana, yang berjudul “Laju Pena Rangkai Asa”.  Walaupun hanya sebentar, tapi Bu Ropiah mampu membuat semua terpukau karena puisi indahnya, semua bertepuk tangan ria, bahkan moderator mengatakan “ini menjadi penutup yang manis”.

Setelah semua pemateri selesai dalam pemaparannya, pertanyaan pun muncul dari beberapa mahasiswa. Para peserta pun antusias mendengarkan Jawaban dari pemateri.

Acara pun selesai dan di akhiri dengan sesi Foto bersama.

😊

Oleh : Nita Kurniati
Cikarang, 9 Maret 2019

#Nitnut
#SalamLiterasi
#Staihas
#BelajarNulis

Share this...
Print this page
Print
Previous Article

12 Orang Peserta PKBM Paket C DKM AHM Jatinergara Kaum Ikuti USBN

Next Article

Parenting Orang Tua Anak Juara DKM AHM ‘Belajar Tahsin Qur’an Menyenangkan

Lihat Berita Yang Lain