Menu Click to open Menus
Home » Berita » Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri (KOPRI) Jawa Barat Mengadakan Focus Group Discussion “Mengapa Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual?”.

Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri (KOPRI) Jawa Barat Mengadakan Focus Group Discussion “Mengapa Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual?”.

(70 Views) March 9, 2019 4:13 am | Published by | No comment

Karawang, publikjurnalistik.org-Berbicara tentang perempuan berarti berbicara tentang kita semua. Seperti yang telah diketahui bersama bahwasanya manusia terlahir dari rahim seorang ibu. Darinya menghasilkan para generasi penerus. Maka sudah sepantasnyalah bahwa masalah perempuan menjadi bagian dari tanggung jawab bersama.

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri Jawa Barat menyelenggarakan Focus Group Discussion dengan tema “Mengapa RUU Penghapusan Kekerasan Seksual”. Narasumber acara tersebut diantaranya: (1) Antik Bintara S.IP., MT (Akademisi Peneliti di Gender and Children Research Center, Universitas Padjajaran). (2) Nina Nurmila (Komnas Perempuan). (3) Hilmi Lc (Rumah Kitab). (4) Wulansari MH (Rumah Perempuan dan Anak). (5) Budiantara perwakilan dari Polres Karawang. Acara tersebut bertempat di Aula Husni Hamid Jalan Jendral Ahmad Yani No. 76, Nagasari, Karawang, Jawa Barat. Jumat, (08/03/19).

Rangkaian acara tersebut berjalan secara khidmat dengan pemateri pertama Nina Nurmila Komnas Perempuan. Beliau memaparkan mengapa RUU P-KS dibutuhkan. Hasil kajian dalam rentang waktu 10 tahun (2001-2011) rata-rata setiap harinya 35 perempuan menjadi korban kekerasan seksual. 1 dari 3 perempuan Indonesia mengalami kekerasan (BPS 2016). Peraturan perundang-undangan yang berlaku dan digunakan oleh Aparat Penegak Hukum (APH) serta pemerintah, hanya mengenal sebagian dari kekerasan seksual tersebut. Itupun dengan definisi dan ruang lingkup yang terbatas. Kekosongan hukum ini menyebabkan pelaku bebas dari jeratan hukum dan korban tidak mendapatkan keadilan serta pemulihan. Enam elemen kunci RUU P-KS yaitu Pencegahan, Definisi dan Jenis Tindak Pidana, Hukum Acara Pidana, Ketentuan Pidana, Pemulihan dan Pemantauan. Usulan jenis tindak pidana itu sendiri diantaranya: (1) Pelecehan Seksual, (2) Eksploitasi Seksual, (3) Pemaksaan Kontrasepsi, (4) Pemaksaan Aborsi, (5) Perkosaan, (6) Pemaksaan Perkawinan, (7) Pemaksaan Pelacuran, (8) Perbudakan Seksual, dan (9) Penyiksaan Seksual.

Lanjut Ia, “Komnas perempuan dengan anggota 70 orang menangani seluruh Indonesia. Untuk itu kami berharap kepada generasi muda khususnya mahasiswa sebagai agent of change dan agent of iron stock. Mampu mensosialisakan esensi kebaikan dari acara ini”. Pungkasnya.

Share this...
Print this page
Print
Categorised in:

Comment Closed: Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri (KOPRI) Jawa Barat Mengadakan Focus Group Discussion “Mengapa Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual?”.

Sorry, comment are closed for this post.