Menu Click to open Menus
Home » Tulisan Lepas » Nasi Uduk di Era Disruption

Nasi Uduk di Era Disruption

(59 Views) September 7, 2018 12:11 am | Published by | No comment

Nasi Uduk di Era Disruption

Konon menurut sejarah nasi uduk sudah ada sejak abad ke-14 datang melalui jalur perdagangan. Makanan khas orang Betawi ini merupakan salah satu menu favorit. Makanan ini terbuat dari beras yang diaron terlebih dahulu, dengan air santan, daun salam, daun jeruk, laos dan serai. Kemudian dikukus hingga matang yang menimbulkan aroma sangat menggoda. Dilengkapi dengan lauk pendamping seperti ayam goreng, telur balado, bihun, semur tahu, semur jengkol dan masih banyak lagi. Nasi uduk berasal dari bahasa sunda ‘uduk’ yang berarti bersatu atau bercampur. Tapi ada juga yang bilang uduk secara etimologi memiliki makna susah.

Seiring berjalannya waktu nasi uduk bukan lagi menjadi konsumsi orang-orang susah seperti arti dari namanya sendiri. Sekarang berpindah tempat yang tadinya dipinggir jalan kini telah berpindah ke gedung McD jadilah nasi uduk McD. Wow’ amazing, sebuah perusahaan asing telah membumikan makanan khas ini. Melokalkan menu di Indonesia yang identitasnya sebagai tuan rumah. Siapa kita Indonesia. Dimana kita Indonesia.

Mau menyalahkan siapa apakah kepada ibu-ibu yang berjualan nasi uduk dipinggir jalan. Mereka berjualan pada pagi hari, ada juga yang berjualan di malam hari sampai dini hari. Ada tanggung jawab yang mereka harus perjuangkan. Mungkin untuk menyekolahkan anak-anaknya, memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dan lain sebagainya. Berbanding terbalik dengan McD yang orientasinya tempat kongkow bagi kaum-kaum hedonis.

Ngeliterisasi atau terjajah selamanya. Tentu memilih menjadi manusia merdeka. Mari berjuang bersama-sama sebagai generasi penerus bangsa. Indonesia adalah negara kaya dengan sumber daya alam alangkah lebih baik lagi juga kaya akan sumber daya manusia dengan terus berinovasi dan bertransformasi.

(Al-‘A`rāf):137 – Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka.

Sabar dan taqwa adalah salah satu jalan untuk mengajak dalam kebaikan. Fokus pada satu tujuan untuk mengembalikan sebuah kejayaan. Walaupun terkadang ada rasa lelah untuk beristiqomah. Siapa salah siapa benar, yang salah bukan setan yang benar bukan malaikat tapi hanya mahluk biasa yang senantiasa bertaubat. Tulisan ini hanya segelintir kegelisahan dalam pikiran melihat fenomena yang terjadi. Menulis menjadi katarsis. Wallahu a’lam bishawab.

Terimakasih

Belajar Nulis
Mualaf Literasi

A’ung

Share this...
Print this page
Print

Comment Closed: Nasi Uduk di Era Disruption

Sorry, comment are closed for this post.