Menu Click to open Menus
Home » Berita » Puluhan Wanita Bercadar dan Lelaki Berjenggot Lakukan Aksi di Solo

Puluhan Wanita Bercadar dan Lelaki Berjenggot Lakukan Aksi di Solo

(278 Views) May 26, 2018 12:00 am | Published by | No comment

Solo, publikjurnalistik.org – Pemandangan yang berbeda terjadi Kamis, (24/5/18) sore. Puluhan wanita bercadar dan lelaki bercelana cingkrang berjenggot berkumpul melakukan aksi di gladak dekat Patung Slamet Riyadi, Jl. Slamet Riyadi, Solo, Jateng.

“Aksi yang kita gagas sore ini adalah respon dari aksi teror yang terjadi di Surabaya, yang melibatkan wanita bercadar, sehingga terbentuk opini sesat seakan pria berjenggot dan celana cingkrang serta wanita bercadar menjadi bagian yang harus diwaspadai dan diawasi,” kata Hasto, kordinator aksi.

“Atas opini dibentuk tersebut, maka kami membuat aksi kemanusiaan sosial berupa wanita bercadar berbagi takjil di jalan,” ungkapnya lebih lanjut.

Ia menambahkan, lelaki berjenggot dan wanita bercadar bukanlah bagian masyarakat yang harus ditakuti, diawasi dan dikhawatirkan keberadaanya. Karena mereka juga warga masyarakat yang cinta damai, cinta persatuan dan siap untuk berbaur dengan masyarakat.

“Dan ini kita tunjukkan dengan pemberian takjil kepada masyarakat pengguna jalan dan masyarakat umum, dhuafa, tukang becak yang ada di sekitar acara.” Imbuh dia.

Dengan aksi seamcam ini, ia berharap masyarakat lebih mau berkomunikasi dan menjalin komunikasi. Karena mereka pun akan membuka diri untuk bisa lebih bermasyarakat dalam lingkungan tempat tinggal.

Dana Aksi ini berjalan karena dukungan berbagai elemen, diantaranya, Warung Murah, Warung Ikhlas-MDS, Suami Merdeka, Catering Laa Rayba dan elemen-elemen lain. Sedangkan pengeluaran lain dibantu Komunitas Nahi Munkar Surakarta/ KONAS, Forum Silaturahim Antar Masjid/FOSAM, Komunitas Pendaki Muslim/KPM, Relawan Al Fath, KMS, Amar Makruf, RDS, dan lain-lain.

“Jadi, semua dana dari kita dan kita persembahkan kepada masyarakat. Ini bukti bahwa kami adalah masyarakat yg berbudi halus dan mencintai sesama serta peduli terhadap sesama. sehingga kami bukanlah teroris dan ekstrimis seperti apa yang diberitakan oleh media mainstream,” pungkas Hasto.

Masyarakat menyambut positif kegiatan bagi takjil. Dina salah satu wanita yang kami wawancarai mengatakan, senang dengan adanya kegiatan bagi tajil.

“Itu kan hak asasi manusia dan kita semestinya menghormati itu, jikalau ada yang mungkin kurang baik yang disalahkan orangnya bukan pakaiannya, saya tidak takut, jika saya takut mana mungkin saya mendekat” tuturnya, saat ditanya tentang wanita bercadar dan lelaki berjenggot.

Hal serupa juga dikatakan oleh Adi salah seorang pengendara motor, ia mengaku sangat senang ada kegiatan ini, sangat positif. Adi pun merasa tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan apalagi ditakuti, dan dia lebih takut terhadap pemerintah membuat kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyatnya. Sambutan positif juga terlihat banyak tanda tangan di media yg sudah disiapkan oleh panitia kegiatan tersebut.

Keberadaan wanita bercadar serta lelaki berjenggot dan celana cingkrang di Solo sering ditemui dan menjadi hal biasa. Kebuntuan komunikasi saja yang membuat seakan-akan antara kita dan masyarakat ada sekat jadi in syaa allah deng aksi ini, keduabelah pihak bisa saling belajar dan saling terbuka sehingga komunikasi bisa tercipta dan endingnya kehidupan masyarakat yg kondusif, aman, nyaman dan damai akan terwujud.

Mengetahui antusias masyarakat yang sangat baik, Hasto mengatakan dia dan teman-temannya akan melakukan aksi bagi-bagi takjil sekali lagi di bulan Ramadhan ini. (kiki/mk)

Share this...
Print this page
Print
Tags:
Categorised in:

No comment for Puluhan Wanita Bercadar dan Lelaki Berjenggot Lakukan Aksi di Solo

Leave a Reply